Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Forum PRAKSIS Seri ke-7 Soroti Urgensi Strategi Alternatif yang Berpihak pada Komunitas Agraris-Subsisten dalam Menghadapi Dampak Eksploit

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 20:50 WIB | Oleh:

Ruth mencontohkan beberapa masyarakat agraris-subsisten yang akibat adanya praktik akumulasi primitif menjadi berjarak dengan alam sekitarnya dan jatuh ke dalam pola “ekonomi hutang” yang dikelola oleh para tukang kredit. Bersamaan dengan itu,ketergantungan kepada makanan olahan pabrik menjadikan banyak anak dalam masyrakat tersebut mengalami gangguan obesitas. “Obesitas memang berbeda dengan stunting”, tegas Ruth, “namun dua-duanya membahayakan kesehatan.”

Secara Bersama

Di tengah semakin terpinggirkannya masyarakat agraris-subsisten, Ruth menunjukkan, masih ada di antara mereka yang relatif berhasil untuk merebut kembali ruang-ruang bersama yang telah dirampas oleh praktik-praktik akumulasi primitif itu. Ia memberi contoh masyarakat di desa Bandung Jaya, Kabupaten Kepahyang, Bengkulu, di Sumatera Selatan. Pada tahun 1986 tanah dan hutan adat mereka diambil oleh kekuatan kapital, tetapi pada tahun 2014 mereka berhasil merebutnya kembali. Mereka lalu menjadikannya sebagai perhutanan sosial. Perjuangan untuk merebut kembali tanah dan hutan itu dipimpin oleh seorang tokoh perempuan yang mengedepankan pentingnya konsep commoning dan sentralnya peran perempuan. Di bawah kepemimpinan tokoh perempuan tersebut, tanah dan hutan adat itu dijadikan ruang untuk kegiatan ekonomi, sosial dan budaya.

Di akhir paparannya Ruth mengajak semua pihak untuk ikut bersedia memikirkan nasib komunitas-komunits subsisten yang telah menjadi korban akumulasi primitif. Ia juga mendorong kesediaan semua pihak untuk tak enggan mengambil inspirasi dari mereka yang sedikit banyak telah mampu melakukan resistensi terhadap brutalnya praktik akumulasi primitif. Salah satunya adalah dengan mengembangkan konsep tata-kelola ruang-hidup yang lebih bersifat inklusif dan berkelanjutan, dengan cara mengedepankan konsep commoning. Melalui konsep tersebut diharapkan bahwa orang akan semakin tergerak untuk membangun dan mengedepankan kepentingan bersama, dan bukan hanya melulu kepentingan pribadi.

__

Tentang PRAKSIS

PRAKSIS (Pusat Riset dan Advokasi Serikat Jesus) adalah lembaga riset dan advokasi berbadan hukum milik Serikat Jesus Provinsi Indonesia yang bergerak di bidang penelitian tentang hak-hak asasi manusia, demokrasi, keadilan sosial dan rekonsiliasi sosial. Dalam dimensi advokasinya, PRAKSIS mendampingi dan melayani para korban ketidak-adilan serta mereka yang tersisihkan secara sosial, ekonomi dan politik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.