Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panglima TNI Berkomitmen Kedepankan Supremasi Sipil Dalam RUU TNI

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Panglima TNI Berkomitmen Kedepankan Supremasi Sipil Dalam RUU TNI Doc: koran jakarta/m fachri
Ket. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto

JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen pihaknya mengedepankan prinsip supremasi sipil pada pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“TNI berkomitmen untuk menjaga keseimbangan peran militer dan otoritas sipil dengan tetap mempertahankan prinsip supremasi sipil, serta profesionalisme militer dalam menjalankan tugas pokoknya,” kata Agus dalam rapat kerja Komisi I DPR RI di Jakarta, Kamis (13/3).

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mewakili KSAL.

TNI kata Agus memandang prinsip supremasi sipil merupakan elemen fundamental negara demokrasi yang harus dijaga dengan memastikan adanya pemisahan yang jelas antara militer dan sipil.

Agus dalam kesempatan itu menekankan perlunya penyempurnaan terkait kedudukan pada aspek pembinaan dan penggunaan kekuatan dalam RUU TNI. Tugas pokok TNI dan tugas angkatan katanya disesuaikan dengan dinamika ancaman, serta menegaskan batasan peran untuk menghindari duplikasi dengan lembaga lain.

“Dalam menghadapi ancaman non-militer, TNI memiliki konsep penempatan prajurit TNI aktif di kementerian/lembaga di luar bidang pertahanan,” katanya.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto menegaskan prinsip supremasi sipil perlu dikedepankan dalam pembahasan RUU TNI. “Ini ada konsep prinsip supremasi sipil masih yang nomor satu. Jadi tetap kita tidak menjadi negara militer seperti yang kebanyakan ditakuti oleh orang. Jadi ini bagian yang tidak terpisahkan dalam notulen rapat,” kata Utut.

Garda Terdepan

Sosiolog sekaligus Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Muhammad Najib Azca, mendorong peran partai politik dalam menjaga supremasi sipil di tengah tren perluasan peran militer dalam jabatan sipil. Partai politik katanya harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa sektor-sektor sipil tidak diisi oleh prajurit aktif.

“Partai politik harus lebih tegas dalam memperjuangkan batasan peran militer. Mereka adalah representasi politik publik, bukan sekadar alat politik yang mengikuti arus kebijakan pemerintah,” kata Najib.

Ia menekankan bahwa partai politik harus mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya supremasi sipil dan bahaya normalisasi peran militer di sektor sipil.

“Partai politik seharusnya menjadi pilar demokrasi yang memperjuangkan bahwa jabatan sipil tidak boleh diisi oleh militer. Jika ini tidak dikawal, maka kita seperti membiarkan kebijakan ini berjalan tanpa kritik,” tegasnya.

Demokrasi katanya menuntut supremasi sipil yang kuat, bukan sebaliknya. Militer seharusnya tetap ditempatkan dalam fungsi pertahanan. Jika ada wilayah nonmiliter yang bisa diberikan, harus ada batasan yang jelas agar tidak membangkitkan kembali sistem yang dulu sudah ditinggalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.