Menag Himbau Umat Buddha Tonjolkan Kesakralan Waisak
📅 Jumat, 14 Mar 2025, 15:30 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/HO-Kemenag
JAKARTA - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kepada Umat Buddha yang akan memperingati Waisak tahun 2025 agar menonjolkan kesakralan saat peringatan upacara suci di Candi Borobudur.
Pesan itu disampaikan oleh Menag Nasaruddin yang didampingi Dirjen Bimas Buddha Supriyadi saat menerima audiensi dengan para Bhikkhu, Sangha, dan tokoh Umat Buddha di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat.
"Saya berharap, Waisak nanti, jangan sampai hilang unsur sakralnya. Kegiatan sakral kemanusiaan Waisak itu jangan lebih menonjolkan aspek selebrasinya. Jangan sampai kemeriahannya mengalahkan kedalamannya. Penghayatan kedalaman makna Waisak itu lebih penting," kata Menag.
Menurut Nasaruddin, penting untuk menambah kesakralan peringatan Waisak dengan menyalakan lilin dalam hati umat.
"Ketika seseorang keluar dari tempat ibadah, lentera dalam hatinya akan terang benderang. Jangan sampai nanti keajaiban-keajaiban agama itu diwarnai dengan sesuatu yang tidak luhur," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:

Menag Nasaruddin Umar saat menerima audiensi dengan para Bhikkhu, Sangha, dan tokoh Umat Buddha di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (14/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga berpesan agar peringatan Waisak tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu yang non-religi, entah itu kepentingan politik, kepentingan bisnis, kepentingan umum maupun personal. Menurutnya, hal itu, sedapat mungkin harus dipisahkan.
Menag menyampaikan bahwa Candi Borobudur itu harus dipelihara. Namun demikian, kata dia, ada tantangan yang dihadapi berkaitan dengan kesejahteraan Borobudur.
Ia menyebut Borobudur itu bukan sekadar benda yang semua orang bisa manasuka berfoto-foto dan melakukan macam-macam di atasnya. Borobudur harus menciptakan pikiran yang datang ke sana menjadi jernih.
"Borobudur itu harus menciptakan pikiran orang yang berkumpul di situ, apapun agamanya. Borobudur itu harus menjernihkan batin seseorang yang datang berkumpul di situ. Tidak peduli agama manapun," kata dia. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!