Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jordi Cryuff dan Perannya sebagai Penasihat Teknis Tim Nasional Indonesia

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Jauh sebelumnya pada 2019, Chelsea era Roman Abrahamovich telah memperkenalkan istilah Penasihat Teknis yang diemban oleh legenda klub Petr Cech.

Fungsi dari Cech memainkan peran yang lebih teknis dan taktikal ke tim dengan meninjau performa tim baik dari junior hingga senior yang nantinya akan memudahkan peran dari manajemen tim untuk menentukan kebijakan ke depan.

Di level tim nasional, peran dari Jordi Cruyff nantinya tak jauh berbeda yakni membantu meningkatkan strategi dan manajemen tim.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan bahwa Jordi nantinya juga berperan sebagai analis performa pelatih, serta tugas untuk mengoptimalkan pemain dari tingkat amatir ke profesional.

Selain itu juga harus membantu mengembangkan strategi filosofis untuk menyusun program yang berkesinambungan dan keberlanjutan mulai dari taraf lokal hingga ke nasional.

Fokus tugasnya menyusun metodologi pelatihan serta pengembangan pemain mulai dari akar rumput hingga pengembangan teknis jangka panjang dari ranah usia junior hingga senior.

Segudang Pengalaman "Cruyff Jr"

Sebagai anak biologis dari "bapak total football" tentu saja Jordi Cruyff mempunyai filosofi sepak bola yang sama dengan sang ayah, Johan.

Filosofi sepak bola total football adalah gaya permainan yang menekankan bahwa setiap posisi pemain dapat bertukar secara konstan, mengandalkan fleksibilitas dan pemain harus secara cair melakukan tugas bertahan dan menyerang.

Gaya permainan ini sebenarnya diperkenalkan oleh Rinus Michels pada era 1974 saat menangani Ajax Amsterdam dan tim nasional Belanda.

Namun, Johan Cryuff yang berstatus sebagai pelatih Barcelona pada era 1990-an menyempurnakan gaya permainan yang dibuat oleh Rinus, hingga membuat filosofi ini sangat diidentikkan dengannya.

Bukan tidak mungkin nantinya Jordi Cruyff akan menerapkan filosofi ini ke dalam strategi tim nasional Indonesia, apalagi  didukung faktor mayoritas pemain nasional Indonesia kini adalah para pemain naturalisasi yang telah menimba ilmu di akademi Belanda.

Faktor lain yang mendukung adalab dalam segi fisik. Permainan total football tak menuntut para pemainnya mengandalkan postur tubuh, tetapi lebih pada pergerakan yang cair dan saling memanfaatkan ruang, baik dalam fase menyerang maupun bertahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.