Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ikan ifu yang Ramai Diburu Masyarakat Pesisir Bima dan Dompu

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 17:19 WIB | Oleh:

Nusa Tenggara Barat hanya memiliki dua wilayah pengelolaan perikanan, yakni WPP 573 yang terletak di Samudera Hindia dan WPP 713 yang berada dekat dengan laut Jawa.

"Apapun jenis ikan yang mau ditangkap itu ada kuotanya, karena kita mempertimbangkan azas keberlanjutan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan saat itu. Semua ikan dari semuanya, jadi bukan itu (ifu) saja," kata Muslim.

Ifu atau nike adalah ikan paling terdampak dengan berbagai perubahan lingkungan yang terjadi di laut dan sungai. Kasus penurunan populasi ikan kerdil ini terungkap di Gorontalo yang ditandai hasil tangkapan turun sebanyak 14 ton per tahun.

Tutupan vegetasi yang menyusut akibat pembangunan di sepanjang bantaran sungai, pembuangan limbah kimia, dan kegiatan pertambangan galian C dapat mempengaruhi kualitas pemijahan.

Oleh karena itu, masyarakat sudah sepatutnya menjaga kelestarian lingkungan dan membatasi penangkapan yang eksploitatif agar ifu tidak menghilang dari laut Nusa Tenggara Barat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

52 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.