Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ikan ifu yang Ramai Diburu Masyarakat Pesisir Bima dan Dompu

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 17:19 WIB | Oleh:

Sejauh ini belum ada riset ilmiah tentang ikan ifu di Pulau Sumbawa. Namun, apabila merujuk beberapa jurnal ilmiah tentang penelitian ikan nike di Gorontalo terungkap ikan yang punya kesamaan dengan ifu ternyata ada banyak spesies.

Sebuah disertasi berjudul "Filogenetik Molekuler dan Karakteristik Morfologi Ikan Nike di Perairan Pesisir Teluk Tomini, Kota Gorontalo" yang ditulis Femy Sahami untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Kelautan di Universitas Sam Ratulangi mengungkap ada sembilan spesies ikan nike di Teluk Tomini.

Kesembilan spesies ikan nike tersebut adalah Sicyopterus pugnans, Sicyopterus cynocephalus, Sicyopterus longifilis, Sicyopterus parvei, Sicyoopterus lagocephalus, Stiphodon semoni, Belobranchus segura, Belobranchus belobranchus, dan Bunaka gyrinoides.

Meski ikan nike punya banyak spesies di Gorontalo, bukan berarti ifu bagian yang sama mengingat ada 2.200 jenis ikan kerdil di seluruh dunia.

Dengan adanya hasil inventaris spesies nike di perairan Gorontalo, data tersebut bermanfaat sebagai referensi untuk tempat lain di Teluk Tomini dan perairan lainnya di Indonesia.

Selain di Teluk Gorontalo (daerah aliran sungai Bone dan Bolango), nike ditemukan di muara Milango, Taludaa, Paguyaman, dan Marisa. Distribusi ikan nike lainnya spesies Sicyoopterus parvei ditemukan di Manggarai, Flores, serta di Jawa dan Bali begitu pula dengan spesies ikan nike lainnya.

Kemunculan ifu yang berkerabat dengan nike di Selat Sanggar dan Pesisir Bima dapat menjadi referensi baru terkait sebaran spesies tersebut untuk kepentingan pelestarian dan ekonomi dalam dunia perdagangan ikan hias.

Berbagai kampus yang ada di Nusa Tenggara Barat perlu meneliti fenomena kemunculan ifu agar publik dan pemerintah punya referensi komprehensif tentang sumber daya perikanan, terlebih Nusa Tenggara Barat merupakan daerah maritim yang terdiri dari 403 pulau.


Penangkapan ikan terukur

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat Muslim mengatakan penangkapan ikan kini harus dilakukan secara terukur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023.

Kebijakan ekonomi biru tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

Muslim menuturkan, meski jumlah koloni ifu banyak, tetapi ikan itu tidak harus ditangkap karena bisa mempengaruhi keseimbangan ekosistem perairan. Siklus hidup ikan ifu berasal dari sungai, kemudian setelah besar masuk ke laut, dan saat akan memijah  pulang kembali ke sungai.

Penangkapan ikan sekarang hanya boleh dilakukan di Wilayah Pengelolaan Perikanan atau WPP untuk memastikan pengelolaan ikan berlangsung secara tertib dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.