Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Atlet Berkuda Indonesia Bersaing di CSI Canteleu Perancis

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 23:01 WIB | Oleh:
Dua Atlet Berkuda Indonesia Bersaing di CSI Canteleu Perancis Doc: Antara

Jakarta - Dua atlet berkuda Indonesia, Brayen Brata-Coolen dan Arserl Rizki Brayudha bersaing di Jumping International de Canteleu (CSI Canteleu) di Prancis, Jumat waktu setempat.

Brayen bersaing di kategori CSI2 135cm bersama kuda bernama Hamburg dan mengamankan posisi 29. Lalu ia tampil dengan kuda Castello H berada di posisi 58 dari 60 peserta. Sementara Arserl yang tampil pada kategori CSI1 120cm dengan kuda Chillbird Julie menempati posisi 6 dari 38 peserta.

1741535424_7fa383b5ab0ebf57f34d.jpg

"Kompetisi internasional adalah sarana terbaik mengasah kemampuan atlet dan mengevaluasi sejauh mana kita siap bersaing di tingkat global. Ini adalah langkah strategis menuju Olimpiade 2028," ujar Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo dalam keterangan resmi Minggu.

Mengirimkan atlet ke sejumlah kejuaraan internasional merupakan langkah panjang yang ditempuh PP Pordasi untuk mempersiapkan atlet berkuda Indonesia berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028.

Partisipasi Indonesia dalam kejuaraan ini sekaligus sebagai realisasi kerja sama Pordasi dengan Federasi Berkuda Prancis yang telah dibahas bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone pada 13 Desember 2024.

Aryo Djojohadikusumo menegaskan hasil yang didapatkan oleh dua atlet Indonesia ini sudah cukup maksimal mengingat ini merupakan kejuaraan berskala internasional.

Menurut Aryo, yang menjadi fokus saat ini yakni meningkatkan partisipasi atlet berkuda Indonesia dalam kompetisi bergengsi dunia dan CSI Canteleu sebagai pintu masuk pengembangan olahraga berkuda di tanah air.

Pordasi telah menunjukkan keseriusan untuk meningkatkan level atlet berkuda Indonesia melalui berbagai program dan dukungan. ?????

CSI Canteleu menjadi salah satu kompetisi berkuda terbesar di Prancis yang telah diselenggarakan Équi-Normandie. Kompetisi yang bermula dari gagasan Véronique dan François Grandjacques tersebut kini dimiliki dan dikelola keluarga GrandJacques.

Kompetisi ini berawal dari berdirinya equestrian Haras du Loup pada 1989, yang mengubah peternakan susu tua menjadi pusat equestrian.

Lalu semenjak 2012, Benjamin Grandjacques bersama Elise, memperluas fasilitas dengan mendirikan pusat equestrian dan klub poni. Mereka terus mengembangkan fasilitas dengan membangun stable livery untuk pemilik kuda serta berinvestasi dalam penyelenggaraan kompetisi nasional dan internasional. Sebagai bagian dari perkembangan ini, Haras du Loup kemudian berganti nama menjadi Équi-Normandie.

Tahun ini, Équi-Normandie akan menggelar CSI4 yang kesepuluh, menandai pencapaian besar dalam perkembangan sebagai tuan rumah kompetisi bergengsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Gempa Magnitudo 5,3 Goyang ...
Nasional
BMKG Keluarkan Peringatan D...
Megapolitan
Polisi Gelar Rekayasa Lalin...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.