Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Marapi Meletus, Bandara Minangkabau Masih Aman dari Sebaran Abu Vulkanik

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Marapi Meletus, Bandara Minangkabau Masih Aman dari Sebaran Abu Vulkanik Doc: ANTARA
Ket. Pesawat parkir di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik pasca-erupsi Gunung Marapi pada Sabtu pukul 10.41 WIB.

"Teramati sebaran debu vulkanik Gunung Marapi pukul 10.50 WIB dengan ketinggian hingga 12.000 kaki bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 20 knot, dan diprakirakan intensitasnya melemah," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Sabtu.

Pengamatan dan pengumpulan data menggunakan bantuan informasi VAAC Darwin tersebut ditujukan untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik yang bisa saja mengarah ke Bandara Internasional Minangkabau sehingga mengganggu aktivitas penerbangan.

"Berdasarkan peta sebaran abu vulkanik yang ada, belum terkonfirmasi adanya bandara yang terdampak dari erupsi Gunung Marapi hari ini," kata Deddy.

Namun informasi perubahan sebaran abu vulkanik yang bisa berdampak terhadap operasional bandara, kata dia, akan diinformasikan kembali lewat hasil pengamatan visual maupun paper test.

Untuk diketahui, apabila penerbangan tetap dilakukan di tengah sebaran abu vulkanik maka berpotensi masuk ke dalam kabin pesawat. Dampak buruk lainnya yakni abu vulkanik dapat menyumbat sistem pemantau kecepatan udara yang merupakan bagian penting ketika terbang dan mendarat.

Selain itu sebaran abu vulkanik juga bisa mengganggu navigasi dan sistem elektronik lainnya serta menyebabkan landasan menjadi licin, sehingga membahayakan aktivitas lepas landas maupun saat pesawat akan mendarat.

Terakhir, abu vulkanik dapat merusak fungsi mesin (turbine compressor) pada pesawat sehingga mengurangi efisiensi.

Terpisah, petugas Pos Gunung Api Gunung Marapi Kota Bukittinggi Teguh melaporkan tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut tidak teramati.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Sabtu pukul 10.41 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati," kata dia.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api setempat kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 55 detik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.