Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rasa Syukur Dalai Lama Raih Penghargaan Grammy Awards

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rasa Syukur Dalai Lama Raih Penghargaan Grammy Awards Doc: Indian Express
Ket. Pemimpin Spiritual Budha Dalai Lama

NEW DELHI - Pemimpin spiritual Buddha, Dalai Lama, mengatakan pada hari Senin (2/2), ia bersyukur atas Grammy pertamanya, setelah memenangkan penghargaan industri musik tertinggi untuk buku audio, narasi, dan penceritaan.

Tokoh karismatik berusia 90 tahun yang hidup dalam pengasingan di India ini dipuji di seluruh dunia atas kampanyenya yang tak kenal lelah untuk otonomi yang lebih besar bagi tanah airnya, Tibet, yang menurut Beijing merupakan bagian integral dari Tiongkok.

Dalai Lama diumumkan sebagai pemenang pada upacara Grammy Awards 2026 di Los Angeles untuk bukunya "Meditations: The Reflections of His Holiness the Dalai Lama".

"Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati," katanya di media sosial.

"Saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang pribadi, tetapi sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama."

Dengan jubah merah marunnya, sandal sederhana, dan kacamata berbingkai lebar, Dalai Lama adalah selebriti global yang tak terduga.

"Saya sungguh percaya bahwa perdamaian, kasih sayang, kepedulian terhadap lingkungan kita, dan pemahaman tentang kesatuan umat manusia sangat penting untuk kesejahteraan kolektif kedelapan miliar umat manusia," tambahnya.

Buku "Meditations: The Reflections of His Holiness the Dalai Lama" menampilkan seniman seperti Rufus Wainwright, yang menerima penghargaan atas nama pemimpin spiritual tersebut, dan Maggie Rogers.

Dalai Lama baru berusia 23 tahun ketika ia melarikan diri dari ibu kota Tibet, Lhasa, setelah pasukan Tiongkok menumpas pemberontakan pada tahun 1959. Ia tidak pernah kembali.

Beijing, yang mengutuk Dalai Lama sebagai pemberontak dan separatis, menentang kemenangannya di Grammy, menyebut karyanya sebagai "manipulasi politik anti-Tiongkok".

"Kami dengan tegas menentang pihak-pihak terkait yang menggunakan penghargaan seni sebagai alat untuk manipulasi politik anti-Tiongkok, dan posisi ini konsisten dan jelas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers rutin.

Peraih Nobel Perdamaian itu bersikeras ia masih memiliki banyak waktu untuk hidup, tetapi warga Tibet sedang mempersiapkan masa depan yang tak terhindarkan tanpa dirinya.

Umat Buddha Tibet percaya ia adalah reinkarnasi ke-14 dari seorang pemimpin spiritual yang pertama kali lahir pada tahun 1391.

Tiongkok yang menyatakan diri sebagai ateis dan komunis, tahun lalu mengatakan bahwa mereka harus menyetujui penggantinya nanti. Dalai Lama mengatakan hanya kantornya yang berbasis di India yang memiliki hak tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.