Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi-Jakarta Koordinasi Atasi Banjir

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi-Jakarta Koordinasi Atasi Banjir Doc: KORANJAKARTA/Wahyu AP
Ket. Petugas Gulkarmat membersihkan sisa lumpur yang terdampak banjir luapan Kali Bekasi di Sekolah Permata Sakti di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3).

BEKASI – Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi banjir yang begitu luas dan meluluhlantakkan. Salah satunya koordinasi Bekasi dan Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, akan berbicara dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Pemerintah Daerah Bekasi terkait penyiapan lahan untuk pengendalian ­banjir.

“Jadi, banjir kemarin lebih karena hujan terlalu tinggi. Beberapa tanggul sepanjang kali daerah Bekasi belum diselesaikan,” jelas Dody. Menurutnya, masalah ini juga akan dibicarakan dengan Bupati Bekasi dan Gubernur Provinsi Jakarta. Ini terutama terkait lahan untuk membuat tanggul.

Menurut Dody, pemerintah daerah (Pemda) memiliki peran dalam penyiapan lahan, terutama untuk pembangunan-pembangunan terkait pengendalian banjir. Biasanya lahan disiapkan pemda setempat.

Kemarin-kemarin itu ada kendala penyiapan lahan, sehingga pekerjaan-pekerjaan sedikit tertunda. Dody berharap ke depan bisa selesai, sehingga tak ada banjir lagi. Sebagai informasi, Dody Hanggodo menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir Jabodetabek sangat bergantung pada peran aktif pemda, terutama mempersiapkan lahan dan pengelolaan sampah.

Dody menyoroti bahwa keterlambatan proyek tanggul dan normalisasi sungai bukan hanya soal teknis, tetapi juga administratif, terutama pembebasan lahan. Hingga kini, pembangunan tanggul Kali Bekasi baru mencapai 13,8 km dari total 33 km.

Normalisasi Kali Ciliwung juga baru terealisasi 17 km dari target 33 km. Menurut Dody, banyak titik genangan di permukiman terjadi karena air masuk melalui area yang belum ada tanggul. Ini menunjukkan bahwa percepatan proyek tanggul sangat diperlukan.

Selain lahan, masalah sampah juga menjadi perhatian serius kementerian PU. Dody mengingatkan bahwa meskipun infrastruktur sudah dibangun, jika sungai dan saluran air terus dipenuhi sampah, sistem pengendalian banjir tidak akan optimal.

Dody pun telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk segera berkoordinasi dengan bupati, sekda, dan gubernur terkait pembebasan lahan dan pengelolaan sampah. Jika Pemda tidak bergerak cepat, dia siap turun tangan langsung.

Menurutnya, permasalahan banjir tidak bisa dilepaskan dari tata ruang perumahan yang dikelola pemda. Maka, selain mendukung pembangunan tanggul, pemda juga berkewajiban untuk merawat dan menjaga infrastruktur agar tetap berfungsi di masa depan. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Percepat Penat...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.