Kopi, si “Emas hijau” yang Menjadi Media Lukis di Tanah Papua
📅 Jumat, 07 Mar 2025, 14:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
WAMENA – Nancy Imelda Nahuway dengan tenang mengambil bubuk kopi yang berada ditempat yang telah disediakan. Perempuan berkacamata itu lantas mulai menempelkan serbuk kopi dengan perekat atau lem, supaya bubuk kopi itu melekat pada desain yang telah dibuat di atas kulit kayu.
Secara perlahan, dengan penuh ketelitian, perempuan berusia 36 tahun itu mengerjakan bagian demi bagian dalam menyelesaikan lukisan di rumahnya yang dijadikan sebagai studio mini dalam menekuni karya seninya.
Kopi, bagi masyarakat Papua Pegunungan, memiliki nilai yang sangat berharga. Kopi, bahkan diistilahkan sebagai "emas hijau". Kopi Wamena dan Kopi Pegunungan Bintang telah terkenal hingga ke belahan dunia lain karena cita rasanya.
Hanya saja, di tangan Nancy Imelda Nahuway, wanita kelahiran Wamena atau biasa disebut lahir dan besar di Wamena (Labewa) itu, kopi diubah menjadi media untuk melukis.
Dengan sentuhan lembut tangannya, kopi yang biasa difungsikan sebagai minuman menjadi hasil karya seni lukis yang luar biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kopi hanya satu warna coklat sehingga pintar-pintar kita untuk menggabungkannya dengan yang lain,” kata pelukis asal Wamena itu ketika berbincang-bincang.
Proses untuk membuat satu lukisan dengan media kopi memang cukup rumit karena kopi itu harus dibuat menjadi serbuk, kemudian ditempel menggunakan lem di atas kulit kayu.
Sebelum digunakan untuk melukis, biji kopi terlebih dahulu dikeringkan, kemudian disangrai dan digiling hingga menjadi serbuk, baru bisa digunakan sebagai media lukis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekerjaannya pun harus pelan dan hati-hati, sesuai dengan pola yang disiapkan, sehingga hasilnya indah dipandang.
Media Campuran
Dalam menghasilkan satu karya seni yang diberi tema "Mama dan Noken", pelukis menggunakan metode media campuran.
Metode media campuran adalah teknik seni yang menggabungkan berbagai media dan cara untuk membuat karya seni. Teknik ini dapat menghasilkan lukisan, kolase, ilustrasi, atau lukisan wajah seseorang.
Selain kopi, Nancy juga menggunakan cat akrilik, lem, dan media ekspresi berupa kulit kayu.
Kulit kayu yang dijadikan sebagai media lukis tidak berasal dari daerah Papua Pegunungan, akan tetapi diterbangkan jauh dari Kota Jayapura, Papua.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!