Korut Kecam Kunjungan Kapal Induk AS ke Busan
📅 Rabu, 05 Mar 2025, 02:50 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL – Korea Utara (Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) atas provokasi politik dan militer terkait kunjungan kapal induk Angkatan Laut AS ke pelabuhan Busan, Korea Selatan (Korsel).
Hal itu disampaikan oleh Kim Yo-jong, saudara perempuandari penguasa Korut, Kim Jong-un, yang dipublikasikan pada Selasa (4/3) oleh kantor berita KCNA.
“Begitu pemerintahan barunya muncul tahun ini, AS telah meningkatkan provokasi politik dan militer terhadap Korut, melanjutkan kebijakan permusuhan pemerintahan sebelumnya,” demikian pernyataan Kim Yo-jong.
USS Carl Vinson, kapal induk dan armada tempurnya tiba di Busan untuk kunjungan pelabuhan terjadwal pada tanggal 2 Maret, kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
“Kunjungan ke Busan merupakan contoh komitmen AS terhadap kawasan tersebut, yang selanjutnya meningkatkan hubungan dengan para pemimpin Korsel dan penduduk setempat,” kata Angkatan Laut AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama militer antara Seoul dan Washington DC kerap mengundang kecaman dari Pyongyang, yang mana pemerintah memandang tindakan tersebut sebagai persiapan invasi, dan kerap melakukan uji coba misil sebagai respons.
“Langkah-langkah kejam AS untuk berkonfrontasi dengan Korut telah diintensifkan pada Maret dengan kemunculan USS Carl Vinson di Semenanjung Korea,” kata Kim Yo-jong.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan bahwa pernyataan Kim Yo-jong tidak lebih dari sekadar alasan yang ditujukan untuk membenarkan pengembangan misil nuklirnya dan menciptakan dalih untuk provokasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ambisi nuklir Korut tidak dapat ditoleransi, dan satu-satunya jalan menuju kelangsungan hidupnya adalah dengan meninggalkan obsesi dan delusi tentang senjata nuklir,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Perbarui Agenda
Hubungan antara Pyongyang dan Seoul telah berada pada salah satu titik terendah dalam beberapa tahun, dengan Korut meluncurkan serangkaian misil balistik pada 2024 yang melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pekan lalu, Korut melakukan uji coba peluncuran misil jelajah strategis di Laut Kuning, dalam latihan yang menurut Pyongyang bertujuan untuk memamerkan kemampuan serangan baliknya. Uji coba itu merupakan respons atas latihan militer gabungan Korsel-AS Freedom Shield yang akan dimulai pada Maret.
Kedua Korea secara teknis masih berperang karena konflik tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Kecaman dari Kim Yo-jong diakhiri dengan apa yang tampak seperti ancaman untuk memperbarui agenda pengujian misil berkemampuan nuklir dan teknologi serupa lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!