Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTN Dukung Efisiensi Anggaran dengan Syarat Tak Ganggu Layanan Tri Darma Perguruan Tinggi

📅 Sabtu, 01 Mar 2025, 03:06 WIB | Oleh:
PTN Dukung Efisiensi Anggaran dengan Syarat Tak Ganggu Layanan Tri Darma Perguruan Tinggi Doc: Antara

JAKARTA - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mendukung efisiensi anggaran dengan syarat-syarat tertentu. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok, mengatakan efisiensi anggaran jangan sampai mengganggu layanan Tri Darma Perguruan Tinggi.

1740756599_bb53f83617077cb43fcb.jpg

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok.

“Terkait efisiensi tentu kami dari perguruan tinggi mendukung, akan tetapi memang dukungan yang kami bisa berikan tentu dengan tetap mengedepankan layanan Tri Dharma yang harus kami jaga di ­perguruan tinggi,”ujar Eduart, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, pekan lalu.

Dia menerangkan, PTN kesulitan menyesuaikan akibat perbedaan tahun akademik yang berjalan Agustus-Juli dengan tahun anggaran yang berlangsung Januari-September. Terkait hal tersebut, penyesuaian pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Eduart menyebut, pemotongan anggaran dari 22,54 triliun rupiah menjadi 14,3 triliun rupiah berdampak besar. Menurutnya, tanpa ada efisiensi anggaran sekalipun, perguruan tinggi sudah kesulitan.

“Nanti orang bilang kok perguruan tinggi mengeluhnya kurang terus? Karena basically kondisi sebelum efisiensi pun sebenarnya kita kurang,” jelas Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu.

Uang Kuliah

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nurhasan, mengatakan, efisiensi anggaran jangan sampai berdampak pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Menurutnya, kadang kampus menyiasati anggaran dengan melakukan subsidi silang dari berbagai jalur penerimaan. “Masalah UKT mahasiswa ini tidak boleh naik, dan kita sepakati itu,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, kebijakan UKT di perguruan tinggi negeri yang tidak ujug-ujug ditetapkan begitu saja. Penetapan UKT mesti melalui rancangan yang matang atau by-design dan by-system berdasarkan kajian mendalam dan koordinasi dengan kementerian.

“Karena itulah, penentuan UKT berdasarkan beberapa kategori itu sudah by-system berdasarkan tingkatan atau kondisi ekonomi orang tua atau keluarga yang diisi mahasiswa di awal,” tuturnya.

Nurhasan menekankan, keterbatasan anggaran menuntut perguruan tinggi harus bisa fokus pada sektor strategis atau prioritas. Perguruan tinggi harus bisa maksimalisasi pemanfaatan aset, terutama bagi PTN-BH.

“Kalau kita lihat, kondisi anggaran di PTN yang kadang harus disubsidi silang dari UKT mahasiswa berbagai jalur penerimaan. Untuk itu, ini memang butuh prioritas, relaksasi kebijakan, dan kolaborasi,” katanya.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.