Korut Unjuk Kemampuan 'Serangan Balik' Lewat Uji Misil Baru
📅 Sabtu, 01 Mar 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim PenulisKedua Korea secara teknis masih berperang karena konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Korut terakhir kali melakukan uji coba semacam itu pada Januari lalu, saat negara itu mengatakan telah meluncurkan misil jelajah strategis berpemandu dari laut ke permukaan dan peluncuran itu merupakan yang pertama dilakukan Pyongyang sejak Presiden AS, Donald Trump, kembali ke Gedung Putih.
Intelijen AS dan Korsel juga percaya bahwa Korut telah mengirim ribuan tentara ke Russia untuk berperang melawan Ukraina dan sejak itu menderita ratusan korban. Pada Kamis (27/2) lalu, intelijen Korsel mengatakan kepada AFP bahwa Pyongyang telah mengirim lebih banyak pasukan ke Russia, meskipun tidak dapat memberikan angka pastinya.
Dikatakan juga bahwa Korut telah mengerahkan kembali tentaranya ke garis depan di Kursk, tempat Ukraina sebelumnya mengatakan mereka telah ditarik setelah mengalami kerugian besar.
Pekan ini, Kim Jong-un juga mengunjungi akademi militer utama, mendesak pasukannya untuk memanfaatkan pengalaman nyata peperangan modern, menurut media pemerintah.
Baik Korut maupun Russia hingga saat ini belum secara resmi mengkonfirmasi bahwa pasukan Pyongyang berperang untuk Moskwa. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!