Demi Topang Pangan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara Diminta Ubah Rawa Jadi Sawah
📅 Kamis, 27 Feb 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
KALIMANTAN TIMUR - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan lahan rawa dijadikan persawahan untuk menunjang kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
“Pemerintah kabupaten diminta lakukan optimalisasi lahan rawa dijadikan sawah oleh Kementan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam, Selasa (25/2) kemarin.
Optimalisasi lahan rawa tersebut untuk meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, yang bakal menunjang kebutuhan pangan IKN.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan Universitas Mulawarman (Unmul) Kota Samarinda untuk menyusun perencanaan optimalisasi lahan rawa dijadikan persawahan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penyusunan perencanaan bekerja sama dengan Unmul, seperti potensi lahan maupun perencanaan saluran irigasi, pintu air dan fasilitas pertanian lainnya yang dibutuhkan petani,” jelasnya.
“Lahan rawa yang potensi dilakukan optimalisasi cukup luas di wilayah Kecamatan Babulu,” lanjutnya.
Lahan rawa 10 desa di Kecamatan Babulu potensi dijadikan sawah dan lahan rawa tiga desa/kelurahan di Kecamatan Waru, serta lahan rawa dua desa/kelurahan di Kecamatan Penajam.juga potensi dijadikan sawah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini lahan rawa yang potensi dijadikan persawahan dalam pendataan dan identifikasi, menurut dia, Kementan targetkan optimalisasi 5.896 hektare lahan rawa di Kabupaten Penajam Paser Utara dijadikan persawahan.
“Kami optimistis itu tercapai melihat potensi yang ada, dan optimalisasi lahan rawa dapat tingkatkan produksi beras,” katanya.
Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen, dalam.satu tahun petani melakukan dua kali panen
Setiap tahun mengalami surplus beras, pada 2024 hasil panen padi mencapai 50.672 ton, apabila ada penambahan persawahan melalui optimalisasi lahan rawa dipastikan produksi beras meningkat, demikian Andi Trasodiharto.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kaltim saat ini tengah menyiapkan berbagai jenis alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian (saprodi) untuk mewujudkan swasembada pangan baik dari pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan.
“Sebagai upaya mengembangkan potensi pertanian dalam arti luas, tahun ini Pemkab Berau telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alsintan dan saprodi sebagai bantuan untuk kelompok tani,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, kemarin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!