Kebergantungan Impor Bawang Putih Harus Dikurangi
📅 Selasa, 25 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiMasalah itu berakar dari berbagai faktor. Pertama, ketersediaan dan kualitas bawang putih lokal sering kali tidak dapat bersaing dengan produk impor. “Banyak petani kita yang masih menggunakan teknologi dan praktik pertanian tradisional, yang mengakibatkan hasil panen yang tidak maksimal,”paparnya.
Selain itu, kurangnya akses terhadap bibit unggul dan pelatihan dalam teknik budidaya modern menambah tantangan yang dihadapi.
Kebergantungan pada impor tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada stabilitas harga di pasar. Ketika harga bawang putih impor lebih murah, petani lokal terpaksa menjual produk mereka dengan harga yang lebih rendah, yang pada gilirannya mengancam keberlangsungan hidup mereka.
Selain itu, kebergantungan itu juga memunculkan risiko keamanan pangan, terutama saat pasokan terhambat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengatasi hal itu, perlu melakukan investasi yang serius dalam teknologi pertanian dan memberikan pelatihan bagi petani. “Pemerintah juga harus mendukung kebijakan yang mendorong produksi lokal, termasuk memberi subsidi dan akses ke pasar yang lebih baik,”ucap Muliarta.
Penelitian untuk mengembangkan varietas bawang putih sesuai dengan kondisi iklim lokal sangat penting.
Sementara itu, pengamat pertanian dariUPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan, seperti komoditas yang lain, seharusnya persoalan impor bawang putih dapat diantisiapi jauh hari karena selalu dilakukan setiap tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya kira ini seperti kebutuhan lainnya akan selalu naik setiap momen tahunan seperti sekarang. Maka, seharusnya sudah bisa diantisipasi jauh hari jika ada keinginan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!