Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Terobosan bagi Penyelamatan Dua Badak Putih yang Tersisa di Bumi

📅 Sabtu, 22 Feb 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Terobosan bagi Penyelamatan Dua Badak Putih yang Tersisa di Bumi Doc: AFP/SIMON MAINA
Ket. Pawang badak Zacharia Mutai, membelai Najin, salah satu dari dua badak putih utara terakhir di dunia di konservasi Ol Pejeta, Laikipia, Kenya, pada awal Februari lalu. Para ilmuwan saat ini sedang berupaya keras untuk menyelamatkan subspesies badak putih

Sepasang badak terlihat asyik mengunyah rumput dengan tenang saat matahari terbit di atas Gunung Kenya, tidak menyadari upaya global besar-besaran untuk mencegah mereka menjadi yang terakhir dari jenisnya.

Najin dan putrinya, Fatu, adalah satu-satunya badak putih utara yang tersisa di Bumi. Waktu terus berjalan sebelum mereka menjadi yang terakhir dalam serangkaian hewan yang diburu manusia hingga punah.

Namun terobosan terkini berarti tahun ini bisa menjadi tahun dunia merayakan janin badak putih utara baru. Ini akan menjadi momentum kembalinya subspesies yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dinyatakan punah secara fungsional setelah kematian jantan terakhir, Sudan, pada tahun 2018.

Masalah rahim menyebabkan putri Sudan, Najin, dan cucunya, Fatu, tidak dapat melanjutkan kehamilannya hingga tuntas. Namun Fatu masih menghasilkan sel telur yang layak, yang membuatnya menjadi kandidat untuk fertilisasi in-vitro (IVF).

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mengumpulkan telur badak di Ol Pejeta Conservancy di Kenya, tempat badak-badak tersebut dijaga selama 24 jam. Telur-telur tersebut dikirim ke Eropa untuk dibuahi di laboratorium dengan sperma dari badak putih utara jantan yang telah mati.

Kini ada 36 sel telur yang telah dibuahi atau embrio yang siap untuk ditanamkan, ucap Jan Stejskal, koordinator proyek BioRescue, yang merupakan inisiatif paling terkemuka dari banyak inisiatif semacam itu di seluruh dunia.

Fatu diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 10 telur lagi sebelum ia terlalu tua.

“Kami berharap dapat mencapai kehamilan pertama yang berhasil dengan embrio badak utara tahun ini,” kata Stejskal. “Tapi saya tidak bisa menjanjikannya,” imbuh dia.

Rencananya adalah menggunakan badak putih selatan betina, subspesies yang berkerabat dekat, sebagai pengganti.

Setahun lalu, para ilmuwan mengumumkan sebuah terobosan: seorang ibu pengganti mengandung janin jantan berkulit putih selatan, pertama kalinya IVF berhasil pada badak. “Namun seperti banyak hal dalam proses yang panjang dan sulit ini, kegembiraan itu bercampur dengan kesedihan,” kata kepala penelitian Ol Pejeta, Samuel Mutisya, kepada AFP.

Pada saat janin berukuran 6,4 sentimeter dan berusia 70 hari, ibu pengganti ditemukan telah meninggal karena infeksi bakteri yang tidak terkait. Yang lebih buruk lagi, seekor jantan yang disterilkan yang berperan sebagai jantan penggoda yang berperan untuk membantu mengidentifikasi saat betina siap untuk hamil, juga mati akibat infeksi dan mencari penggantinya terbukti sulit.

Oleh karenanya saat ini tim ilmuwan bertekad untuk mencoba lagi, kali ini dengan embrio putih utara.

Peluang Terbaik

Walau begitu masihada jalan lain, termasuk upaya oleh ilmuwan Jepang dengan menggunakan sel punca untuk menciptakan telur dan sperma badak putih utara.Hal ini dapat meningkatkan jumlah embrio secara dramatis dan menciptakan kumpulan gen yang lebih luas untuk inseminasi di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Daerah
CFD Jadi Mesin Penggerak Ek...
Nasional
HUT ke-81 RI di Monas Penuh...
Daerah
Sepertiga Warga RT Harus Me...

Kapal Pesiar Swasta Dipakai Kemhan Gratis, Begini Faktanya

37 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...
Daerah
Korban Gempa M7,7 NTT Capai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

38 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
Myanmar akan Pulangkan 300.000 Pengungsi Rohingya ke Rakhine Setelah Kondisi Keamanan Membaik

Myanmar akan Pulangkan 300.000 Pengungsi Rohingya ke Rakhine Setelah Kondisi Keamanan Membaik

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.