Konsumen Asia Tenggara Inginkan Produk dari Negara Tetangga
📅 Jumat, 21 Feb 2025, 10:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA - Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi Ninja Xpress bekerja sama dengan Milieu Insight merilis Survei Suara UKM Negeri Vol. VI bertajuk “Dari Indonesia ke Asia Tenggara.” Hasil riset ini mengungkap peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Asia Tenggara.
Dalam studi ini melibatkan lebih dari 1.200 responden di kawasan tersebut guna memahami preferensi belanja konsumen terhadap produk dari negara tetangga, termasuk Indonesia. Hasilnya menyebutkan bahwa konsumen di Asia Tenggara memiliki pandangan positif terhadap produk dan merek-merek dari negara tetangga, termasuk Indonesia.
Hal ini menjadi peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk memperluas ekspor mereka, seiring dengan optimisme pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekspor UMKM sebesar 9,63 persen pada 2026, mencapai 19,33 miliar dollar AS, dan terus meningkat hingga 35,29 miliar dollar AS pada 2029, berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Januari 2025 lalu.
Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, menjelaskan bahwa Kawasan Asia Tenggara merupakan pasar strategis bagi UMKM Indonesia. Melalui survei ini, pihaknya ingin membantu pelaku usaha lokal memahami kebutuhan pasar Asia Tenggara lebih dalam lagi.
“Harapannya data-data ini mampu membantu mereka untuk memetakan serta menentukan strategi supply chain yang tepat, serta mengoptimalkan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. Salah satu opsi layanan yang menjawab kebutuhan ini adalah Ninja Cross Border Delivery,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis (21/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui layanan Ninja Cross Border Delivery, Ninja Xpress menyediakan solusi pengiriman antar negara end-to-end, mulai dari pengurusan dokumen, pengemasan, hingga pengiriman barang ke konsumen. Ninja Cross Border juga menawarkan layanan Cash on Delivery (COD) lintas negara, memberikan kemudahan dan keamanan bagi konsumen untuk membayar pesanan mereka secara tunai saat barang tiba di tempat tujuan.
“Dengan layanan ini, kami berharap memberikan kemudahan dan rasa aman untuk para pelaku UKM menjangkau pasar yang lebih luas sampai ke luar negeri,” lanjut Andi.
Semenetara itu Founder & CEO dari PT Fastrac Garda Indonesia Nirmal Kumar Karmani, menuturkan, sebagai perusahaan aggregator logistik yang menghubungkan pelaku usaha dengan penyedia jasa pengiriman, banyak klien perusahaan ini yang mengandalkan model pengiriman direct-to-customer. Dengan layanan Ninja Cross Border, perusahaan ini dapat membantu mereka mengirimkan produk langsung ke konsumen di Singapura dan Malaysia tanpa harus menghadapi kompleksitas pengelolaan logistik yang berbeda di setiap negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jaringan kuat Ninja Xpress dengan official partner mereka, memberikan keamanan dalam proses pengiriman, selain itu harga Ninja Cross Border paling ekonomis dibandingkan pengiriman sejenis, sehingga kami dan para pelaku UMKM lainnya dapat lebih fokus pada pertumbuhan bisnis,” paparnya.
Ninja Xpress melalui riset Suara UKM Negeri Vol. VI memberikan wawasan mengenai tren belanja lintas negara oleh konsumen di Asia Tenggara yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM dalam mengembangkan bisnis mereka serta mendorong ekspor produk lokal ke luar negeri. Berikut ini beberapa hasil survei tersebut.
Tren Belanja Online di Asia Tenggara: Peluang bagi UMKM Indonesia
Hasil survei menunjukkan bahwa konsumen di Asia Tenggara memiliki pandangan positif terhadap merek dari negara tetangga, termasuk Indonesia. Produk dari negara-negara tetangga dinilai menarik karena faktor budaya, kualitas craftsmanship, dan keberlanjutan.
Berdasarkan hasil survei, 43 persen konsumen di Singapura dan 45 persen konsumen di Malaysia yang berbelanja online lintas negara memilih produk dari Indonesia, menunjukkan tingginya minat terhadap produk lokal di pasar Asia Tenggara. Di sisi lain, minat konsumen Indonesia untuk membeli barang dari negara tetangga relatif rendah dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Tenggara.
“Hal ini menandakan bahwa produk Indonesia tidak hanya memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar Asia Tenggara, tetapi juga tetap dapat memperkuat posisinya di pasar local,” papar Andi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!