Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Sentral Jerman Sebut Tarif Amerika Serikat Picu Risiko Ekonomi

📅 Rabu, 19 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Bank Sentral Jerman Sebut Tarif Amerika Serikat Picu Risiko Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Bundesbank (Bank Sentral Jerman)

Frankfurt – Bundesbank (Bank Sentral Jerman) memperingatkan bahwa kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dapat menimbulkan risiko ekonomi yang signifikan, terutama untuk Jerman. Presiden Bundesbank Jerman Joachim Nagel pada Senin (17/2) memperingatkan bahwa tarif AS akan memunculkan "risiko signifikan" bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.


Berbicara dalam acara Speaker's Luncheon Union International Club di Frankfurt, Nagel menekankan bahwa sebagai ekonomi yang digerakkan oleh ekspor, Jerman akan mengalami kerugian substansial akibat pergeseran kebijakan perdagangan AS.


Merujuk pada penerapan tarif 25 persen terhadap baja dan aluminium oleh Presiden AS Donald Trump, Nagel menjelaskan bahwa langkah ini akan memiliki dampak khusus bagi Jerman, mengancam proyeksi ekonomi negara tersebut.


Seperti dikutip dari Antara, Nagel memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan transatlantik dapat menjadikan output ekonomi Jerman pada 2027 1,5 poin persentase lebih rendah dari perkiraan. Dia juga memperingatkan bahwa inflasi dapat meningkat meski dampak pastinya belum bisa dipastikan.

Presiden Bundesbank tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa kenaikan tarif berisiko menciptakan "hambatan ekonomi yang ditimbulkan sendiri" dan tidak hanya dapat melemahkan perekonomian Jerman, tetapi juga merusak prospek pertumbuhan AS sendiri sekaligus mengganggu rantai pasokan global.

"Pengikisan daya beli dan lonjakan biaya input akan jauh lebih besar daripada potensi keunggulan kompetitif bagi industri-industri AS. Tingkat inflasi akan naik tajam dan bisa terus meningkat lebih tinggi lagi tanpa pengetatan kebijakan moneter yang signifikan." ," ujar Nagel.

Menurutnya, tarif yang lebih tinggi dapat menghambat perdagangan global, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara. Jerman, sebagai salah satu negara dengan ekonomi berbasis ekspor, berpotensi terkena dampak langsung akibat berkurangnya akses ke pasar AS serta meningkatnya biaya perdagangan bagi perusahaan-perusahaan Jerman yang bergantung pada bahan baku dan produk setengah jadi dari luar negeri.


Bertentangan dengan klaim pemerintah AS, Nagel menegaskan bahwa tarif kemungkinan besar juga akan membawa konsekuensi negatif bagi AS."Proteksionisme menyebabkan kerugian kesejahteraan di semua negara yang terdampak. Tidak ada yang menjadi pemenang," sebut Nagel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.