Kesadaran pendaki Bukit Kaba Rejang Lebong menjaga kebersihan rendah
📅 Selasa, 18 Feb 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/HO-Pokdarwis Sumber Urip
Rejang Lebong, Bengkulu -- Kesadaran pendaki Gunung Api Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, untuk menjaga kebersihan lingkungan dinilai masih rendah, hal ini terlihat dengan banyaknya sampah yang ditinggalkan di kawasan puncak gunung api tersebut.
Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang yang mengelola TWA Bukit Kaba wilayah Rejang Lebong Yulian Adi Pratama saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan saat ini TWA Bukit Kaba sedang dilakukan penutupan dalam rangka program pemulihan ekosistem terhitung sejak 20 Januari hingga 19 Maret 2025.
"Kesadaran pengunjung atau pendaki yang naik ke Bukit Kaba saat ini masih rendah, banyak sampah plastik seperti botol bekas air minum, kantong plastik dan lainnya, kemudian juga bekas sajen orang bayar niat yang ditinggalkan di puncak gunung," kata dia.
Dia menjelaskan, masih rendahnya kesadaran pengunjung dan pendaki Bukit Kaba ini terlihat setelah pihaknya melakukan sweeping sampah di kawasan puncak gunung di mana ada puluhan karung sampah dengan berat mencapai ratusan kilogram berhasil mereka turunkan.
Gunung Api Bukit Kaba, kata dia, selain menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat Provinsi Bengkulu dan daerah lainnya, setiap akhir pekan ada ratusan orang yang melakukan pendakian baik untuk berkemah maupun hanya sekedar melakukan pendakian atau hiking.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah sampah yang diturunkan dari puncak gunung api aktif itu sendiri akan terus bertambah karena kegiatan pembersihan terus dilakukan anggota Pokdarwis Sumber Urip dengan melibatkan 20 orang lebih.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari menyatakan penutupan TWA Bukit Kaba dilakukan selama dua bulan untuk pemulihan ekosistem terhitung sejak 20 Januari hingga 19 Maret 2025 mendatang, dan ditargetkan pada liburan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah nanti sudah dibuka kembali.
Menurut dia, program pemulihan ekosistem di kawasan TWA Bukit Kaba ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi tanaman yang sempat rusak akibat aktivitas pendakian bisa tumbuh kembali, serta juga dilakukan gerakan pembersihan kawasan TWA Bukit Kaba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penutupan kawasan TWA Bukit Kaba itu sendiri dilakukan hanya untuk pintu masuk di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan pintu pendakian di Desa Air Sempiang, Kabupaten Kepahiang atau pendakian ke Bukit Hitam yang masih dalam kawasan TWA Bukit Kaba tetap buka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!