Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi Rendah Belum Tentu Hasilkan Pertumbuhan Berkualitas

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 01:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inflasi Rendah Belum Tentu Hasilkan Pertumbuhan Berkualitas Doc: antara
Ket. Kinerja Perekonomian - Porsi Pekerja di Sektor Informal Justru Meningkat

JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang merasa yakin kalau negara lain iri dengan pencapaian inflasi di Indonesia yang berada dalam titik terendah menuai beragam tanggapan dari beberapa pemerhati ekonomi.

Salah satunya dari pemerhati isu kemiskinan dari Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang identik dan bersamaan dengan penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan. Sebab, mayoritas negara berkembang engine of growth-nya berasal dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh seiring dengan laju pertumbuhan.

Persoalan yang perlu ditelisik kata Hafidz adalah sejauh mana kualitas pertumbuhan yang dihasilkan, dilihat dari rasio serapan tenaga kerja setiap satu persen pertumbuhan relatif membaik yang sebelumnya di kisaran 600 ribu tenaga kerja, kini mencapai hampir 800 ribu. Sayangnya dari kenaikan serapan itu, porsi pekerja informal justru meningkat.

Selain itu, ada ketidaksinkronan antara wilayah pertumbuhan dengan tren penurunan ekonomi masyarakatnya.

“Misalnya di provinsi kaya sumber daya alam (SDA) seperti Sulawesi Tengah dan Maluku utara pertumbuhannya konsisten 2 digit sejak 2022, namun trend penurunan kemiskinannya relatif lambat,” jelas Hafidz.

Oleh sebab itu, Hafidz mendorong agar Pemerintah lebih jeli memahami tren yang terjadi dengan melihat wajah unik dari tipologi pertumbuhan per wilayah, agar dapat melahirkan formulasi yang tepat untuk pengembangan pembangunan yang lebih optimal di masa mendatang.

Menurut dia, Pemerintahan sebelumnya sangat konsisten menjaga laju inflasi, meskipun ada sedikit gejolak terkait kebutuhan pokok pada momen-momen krusial, tetapi secara umum inflasi dapat terkendali dengan baik dan tren ini perlu terus dijaga di era mendatang.

Saat berbicara dalam Mandiri Investment Forum 2025 (MIF) di Jakarta, Selasa (11/2), Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan negara lain iri dengan tingkat inflasi Indonesia yang berada dalam level rendah.

“Saat ini, kita mungkin berada di level inflasi terendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN maupun G20, yang membuat banyak negara iri,” kata Menkeu.

Pencapaian inflasi yang rendah itu jelasnya sebagai hasil dari kebijakan moneter dan fiskal yang aktif dalam menstabilkan harga. Dari segi fiskal, misalnya, dengan memberikan insentif kepada pemerintah daerah yang mampu mengendalikan inflasi.

Kebijakan fiskal juga memainkan peran penting dalam menstabilkan dan menurunkan harga pangan, termasuk beras, ayam, hingga telur. Apalagi, ketersediaan pangan bagi setiap rumah tangga tidak boleh diremehkan, karena sangat penting dalam menentukan kualitas perekonomian. Bukan hanya dalam hal pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa setiap rumah tangga memiliki sumber daya untuk mendapatkan makanan di meja mereka.

“Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi, harga yang stabil atau inflasi rendah, serta penurunan pengangguran dan kemiskinan adalah pencapaian luar biasa yang jarang terjadi di negara lain,” kata Menkeu.

Sejumlah negara jelasnya mungkin unggul dalam aspek tertentu, seperti pertumbuhan ekonomi, tetapi kurang berhasil dalam mengendalikan inflasi. Ada juga yang berhasil menekan kemiskinan, tetapi dengan mengorbankan aspek lainnya.

Peran Strategis

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.