Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fokus Transformasi dan Inovasi, Laba BSI Tumbuh 22,83% Jadi Rp7,01 Triliun pada 2024

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 08:50 WIB | Oleh:
Fokus Transformasi dan Inovasi, Laba BSI Tumbuh 22,83% Jadi Rp7,01 Triliun pada 2024 Doc: istimewa
Ket. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi (tengah) bersama Direktur Compliance & Human Capital BSI, Tribuana Tunggadewi (kiri), dan Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho dalam paparan kinerja perusahaan di Jakarta, Kamis (6/1)

JAKARTA- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada akhir 2024 membukukan laba bersih 7,01 triliun rupiah atau tumbuh doubel digit 22,83 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Begitu pula dengan indikator keuangan lain rerata tumbuh doubel digit mulai dari Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, dan aset perseroan.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam paparan kinerja perusahaan di Jakarta, Kamis (6/1) mengatakan penerapan strategi yang fokus pada pembiayaan berkualitas, transformasi digital dan inovasi menjadi kunci BSI menjaga kinerja yang impresif di tengah dinamika kondisi perekonomian.

Tahun 2024 papar Hery merupakan periode menantang di mana kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, likuiditas yang ketat dan persaingan pasar yang tinggi. Di tengah kondisi itu, BSI terus mempertahankan fokus untuk senantiasa agile dan inovatif melalui transformasi digital serta menjaga pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas.

BSI jelasnya pada 2024 menerapkan beberapa strategi. Pertama, BSI fokus memperbaiki infrastruktur transaction banking dengan meluncurkan BYOND by BSI dan memperbanyak mesin ATM/CRM, EDC, BSI Agent, serta merchant QRIS.

Kedua, menggali potensi bisnis model yang baru yakni bisnis berbasis emas, Tabungan haji, bancassurance dan bisnis treasury. 

“Alhamdulillah, kinerja yang dicapai menggembirakan bahkan melebihi ekspektasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. BSI, setiap tahun sejak lahir hingga saat ini, selalu tumbuh di atas pertumbuhan industri,” ucap Hery.

Menurut Hery, langkah yang diambil terbukti efektif. BSI berhasil mempertahankan kinerja dengan pertumbuhan yang konsisten di atas industri perbankan, dengan fundamental yang kuat.

Dengan pertumbuhan laba bersih 22,83 persen yoy pada 2024, BSI menjadi salah satu di jajaran Top 10 Bank yang mencatatkan pertumbuhan kinerja tertinggi. Pencapaian laba yang tinggi tidak terlepas dari pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang tepat serta pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang tepat dan berkelanjutan. 

Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas sektor perbankan, BSI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 11,46 persen menjadi 327,45 triliun rupiah. Pencapaian itu ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai rasio 60,12 persen dari total DPK. Sepanjang 2024, CASA BSI mencapai 197 triliun rupiah atau naik 10,65 persen yoy. Tercatat, DPK BSI dari produk-produk tabungan mencapai 140,53 triliun rupiah, disusul deposito 130,58 triliun rupiah, dan giro 56,33 triliun rupiah. Pengelolaan DPK yang tepat memberikan dampak positif pada penurunan beban bagi hasil. 

“Kami mengambil peluang dengan memanfaatkan potensi Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah. Salah satunya lewat bisnis emas dan haji. Inovasi dan transformasi digital yang memudahkan transaksi secara digital juga turut berdampak positif terhadap penghimpunan DPK,” jelasnya.

Di Atas Industri

Penyaluran pembiayaan BSI juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan di atas industri. Pada 2024, BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar 278,48 triliun rupiah, tumbuh 15,88 persen yoy. Berdasarkan segmen, pembiayaan yang disalurkan BSI ke segmen wholesale mencapai 77,22 triliun rupiah atau tumbuh 14,38 persen yoy, disusul segmen ritel senilai 49,38 triliun rupiah (naik 16,86 persen yoy). Selain itu, pembiayaan untuk segmen konsumer tercatat 151,88 triliun rupiah atau naik 16,34 persen yoy.

“BSI ini punya demand side yang luar biasa kuat, untuk itu kami terus meningkatkan dan memperbaiki sisi supply. Supply ini adalah dari sisi produk hingga distribution channel, tidak hanya cabang tetapi juga elektronik channel seperti ATM, mobile banking, QRIS dan lainnya,” tutur Hery.

Pengelolaan pembiayaan secara tepat berimbas pada membaiknya kualitas pembiayaan yang disalurkan. Per akhir 2024, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross BSI membaik menjadi 1,90 persen. Cost of credit (CoC) perseroan juga membaik di level 0,83 persen pada 2024. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.