Ormas Preman Bekasi, Karawang, Jatim, dan Batam Hancurkan Investasi
Kamis, 06 Feb 2025, 14:24 WIBJAKARTA â Ada keluhan mengkhawatirkan karena perilaku premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas) telah membuat investor hengkang, tidak jadi menanamkan dana. Hal ini membuat ratusan triliun nilai investasi melayang.
Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat investasi yang batal dan keluar dari kawasan industri dampak dari premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas).
Menurut Ketua Umum HKI Sanny Iskandar, ditemui usai dialog optimalisasi kawasan industri, di Jakarta, Kamis, kalau dihitung semuanya, ratusan triliun. Menghitungnya, bukan cuma yang keluar, tapi yang tidak jadi masuk juga. âItu bisa ratusan triliun rupiah," katanya.
Menurutnya, ormas tersebut menyebabkan gangguan keamanan, karena masuk ke kawasan industri untuk melakukan demonstrasi. Sanny menyebut, biasanya ormas tersebut meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik.
"Yang mereka pingin itu supaya yang terkait dengan pabrik, selalu ya, dia kan butuh transportasi, catering atau apa, pingin beli ini, beli itu, mau bangun perluasan pabriknya atau apa. Semua itu agar diserahkan ke mereka," katanya.
Sanny menuturkan beberapa investor sudah mengirimkan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait premanisme ormas. "Beberapa investor akhirnya nulis surat langsung ke Presiden," ujarnya.
Untuk wilayah yang sering terjadi premanisme ormas, ia mengatakan berada di Bekasi, Karawang, Jawa Timur, dan Batam.
Lebih lanjut, dirinya meminta jaminan keamanan kepada pemerintah, mengingat beberapa kawasan industri merupakan objek vital nasional.
"Modusnya memang gitu, mereka melakukan unjuk rasa dan segala macam untuk menutup kawasan. Sehingga pabrik-pabrik itu nggak bisa keluar, barang-barang nggak bisa masuk, bahan baku nggak bisa masuk, barang jadi nggak bisa keluar," ungkapnya.
Selain itu, ia mencontohkan ada salah satu ormas yang sudah melakukan penyegelan pabrik di kawasan industri.
"Kalau lihat fotonya tahulah, bajunya loreng-loreng dan segala macam. Ini yang nyegel bukan polisi, tapi ormas. Jadi sudah sampai segitunya," tandasnya.
Berita Terkait:
-
Kwarda Jateng Dorong Banyumas Jadi Percontohan Pengembangan Kepramukaan
-
Pertamina Jatimbalinus Tertibkan SPBU Rote Ndao: BBM Diprioritaskan untuk Pengendara.
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Sekolah Rakyat
-
Ayo! Salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Khatibnya Tokoh Terkenal!
-
Pemprov Tawarkan Investasi Senilai Rp271 Triliun
-
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak
-
Skor Demokrasi Jawa Tengah Naik, Kini Masuk 3 Besar Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.