Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ironi, Pemerintah Akan Impor Daging dari India yang Belum Bebas PMK

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ironi, Pemerintah Akan Impor Daging dari India yang Belum Bebas PMK Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. Vaksinasi Sapi I Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Depok menyuntikkan vaksin Aphthovet PMK pada sapi milik peternak di Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/1).

JAKARTA - Indonesia tengah dilanda wabah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Ironisnya, ada rencana impor daging dari India yang dinyatakan belum bebas PMK.

Karenanya, pemerintah perlu mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Jika pemerintah hanya bergeming, kebijakan ini benar benar akan menjadi langkah blunder.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan meminta rencana pemerintah impor daging dari negara yang belum bebas PMK dikaji lagi. “Seharusnya tidak boleh impor daging dari negara yang tidak bebas PMK,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/2).

Menurut Politisi Fraksi PAN ini, pemerintah harusnya memperketat impor hewan dan daging. Terlebih lagi, impor dari negara belum bebas PMK. “Masa rakyat kita mau dikasih makan barang-barang penyakit,” ujarnya.

Dia juga meminta pemerintah tidak menjadikan masalah PMK di Indonesia sebagai alasan untuk memperbesar kuota impor daging. Menurut dia, yang harus dilakukan pemerintah adalah menertibkan pasar hewan agar PMK tidak meluas.

“Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan vaksin aman di dalam negeri,” katanya.

Pemerintah berencana melanjutkan impor daging dari India di tengah merebaknya wabah PMK.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto meminta pemerintah lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan daging nasional di tengah wabah PMK yang masih berlangsung di Indonesia. Dia menekankan pentingnya seleksi ketat terhadap negara asal impor daging agar tidak memperburuk situasi PMK di Indonesia.

"Kita sedang memerangi PMK di dalam negeri, tetapi di sisi lain kita mengimpor dari negara yang belum bebas PMK. Hal ini harus menjadi perhatian agar tidak memperburuk kondisi yang ada," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyatakan, masalah PMK menjadi perhatian utama Komisi IV. Dia mengingatkan agar impor daging tidak malah memperluas penyebaran wabah di dalam negeri.

Dia menekankan, jika impor tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nasional, maka daging harus dipastikan berasal dari negara yang sudah bebas dari PMK. "Kita memahami kebutuhan daging nasional, tetapi impor harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan aspek kesehatan ternak dari negara asal," tegasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Jakarta, Selasa (4/2).

Abdul Kharis menambahkan RDP ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan.

"Menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan pangan biasanya meningkat, dan harga menjadi cukup dinamis. Melalui rapat ini, kami ingin memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan dipersiapkan dengan baik agar harga tetap stabil dan tidak berfluktuasi tajam," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.