Infeksi HPV Juga Sebabkan Kanker Vagina, Vulva, Tenggorokan, dan Penis
📅 Selasa, 04 Feb 2025, 20:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA - Seperti yang sudah banyak diketahui kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua dari jenis kanker yang paling umum ditemukan di perempuan.
Sekitar 36.964 kasus baru dan angka kematian 20.708. Padahal, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV yang terbukti efektif mengurangi risiko terjadinya kanker serviks hingga lebih dari 90 persen.
Tak hanya kanker serviks, nyatanya infeksi HPV juga menjadi penyebab berbagai jenis kanker berbahaya lainnya, seperti kanker vagina, kanker vulva, kanker orofaring (tenggorokan), dan kanker penis. Tak heran, urgensi untuk mendapatkan informasi yang tepat seputar HPV semakin tinggi.
Fakta-fakta ini menjadi pemicu MSD Indonesia untuk menghadirkan kampanye edukasi #NgobrolinHPV sejak tahun 2013, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan masyarakat terkait HPV, serta mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan takut dalam mencari informasi yang tepat serta berdiskusi seputar HPV dan kanker serviks.
Pentingnya informasi yang tepat seputar HPV juga disampaikan Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Darrell Fernando, SpOG, MRCOG, MM, MARS, FICS, Int. Aff. RANZCOG. Ia mengatakan terdapat lebih dari 100 tipe HPV dan banyak diantaranya dikategorikan sebagai high-risk yang dapat menyebabkan kanker.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun, yang paling sering dan berbahaya ada 7 tipe. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk memahami bahaya virus ini, serta terbuka dan berupaya melakukan pencegahan melalui langkah-langkah yang direkomendasikan,” paparnya melalui siaran pers pada hari Selasa (4/2).
Fakta-fakta ini menjadi pemicu MSD Indonesia untuk menghadirkan kampanye edukasi #NgobrolinHPV sejak tahun 2013, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan masyarakat terkait HPV, serta mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan takut dalam mencari informasi yang tepat serta berdiskusi seputar HPV dan kanker serviks.
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, mengatakan, MSD berkomitmen untuk terus meningkatkan pemahaman publik dan memberdayakan komunitas dengan mendorong perluasan edukasi kesehatan terkait kanker, terutama kanker serviks, yang menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi perempuan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui kampanye edukasi #NgobrolinHPV yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang tepat mengenai HPV serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Kami percaya bahwa edukasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari kampanye #NgobrolinHPV, MSD Indonesia menghadirkan platform NgobrolinHPV.com serta situs sosial media lainnya sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya yang membahas seputar HPV dan penyakit yang disebabkannya.
Tak hanya melalui digital, kegiatan edukasi juga terus diperluas melalui berbagai aktivitas offline yang dikemas menarik - mulai dari peluncuran film pendek berjudul ‘Untuk yang Terkasih Adikku’, sesi diskusi interaktif bertajuk #NgobrolinHPV Live!: Night at the Library di Perpustakaan Jakarta, hingga menggelar #NgobrolinHPV Fun Run.
Terbaru, MSD Indonesia melalui kampanye #NgobrolinHPV menggandeng figur publik Nana Mirdad dan Andrew White sebagai edukator HPV 2025. Antusiasme menjadi bagian dari kampanye edukasi ini disampaikan oleh Nana Mirdad.
“Kami bangga dapat menjadi bagian dari kampanye edukasi kesehatan #NgobrolinHPV. Setelah mempelajari lebih dalam kami menyadari betapa pentingnya melakukan langkah pencegahan untuk proteksi dini. Karenanya, kami berupaya menerapkan berbagai upaya pencegahan infeksi HPV, di antaranya dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan skrining sejak beberapa tahun lalu, serta melakukan vaksinasi,” kata Nana.
Sementara Andrew White menyampaikan, yang bergabung dalam gerakan edukasi kesehatan #NgobrolinHPV adalah kontribusi nyata kami untuk membantu mengurangi beban penyakit akibat HPV, terutama kanker. Bukan tanpa tantangan, banyaknya stigma yang kurang tepat serta misinformasi yang merebak seputar HPV masih banyak ditemui di tengah masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!