Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saham Teknologi Jepang Terdampak Kekhawatiran AI

📅 Selasa, 28 Jan 2025, 15:50 WIB | Oleh:
Saham Teknologi Jepang Terdampak Kekhawatiran AI Doc: Japan Times/AFP/Jiji
Ket. Gedung Softbank.

TOKYO - Perusahaan teknologi Jepang anjlok pada hari Selasa (28/1) setelah aksi jual saham saham raksasa AS menyusul berita tentang chatbot DeepSeek milik Tiongkok, sementara dolar menguat karena sebuah laporan yang mengatakan Washington sedang mempertimbangkan tarif universal pada sejumlah barang.

Perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Tokyo yang terkait dengan sektor kecerdasan buatan anjlok untuk hari kedua berturut-turut karena para investor memantau kekalahan di Wall Street yang mengakibatkan Nvidia anjlok 17 persen, menghapus lebih dari setengah triliun dolar dari kapitalisasi pasarnya.

Kemunduran itu terjadi setelah DeepSeek meluncurkan chatbot R1 yang tampaknya telah menunjukkan kemampuan untuk menyamai kapasitas para pelopor AI Amerika dengan sebagian kecil investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. 

Nvidia telah menjadi perusahaan menonjol yang memimpin dorongan investor untuk mencari semua hal yang berkaitan dengan AI, menghabiskan sejumlah besar uang tetapi melihat harga saham mereka meroket, perusahaan chip AS itu telah mengumpulkan sekitar 1.900 persen dalam lima tahun.

Ledakan DeepSeek juga terjadi setelah pengumuman Presiden Donald Trump tentang usaha baru senilai $500 miliar untuk membangun infrastruktur bagi kecerdasan buatan di Amerika Serikat.

Trump mengatakan rilis tersebut "harus menjadi peringatan bagi industri kita bahwa kita perlu berfokus penuh dalam bersaing untuk menang".

Ia berpendapat bahwa hal ini bisa menjadi hal yang "positif" bagi raksasa teknologi AS.

"Daripada menghabiskan miliaran dan miliaran, Anda akan menghabiskan lebih sedikit, dan Anda diharapkan akan menemukan solusi yang sama," katanya.

Nasdaq anjlok lebih dari tiga persen dan S&P 500 lebih dari satu persen, sementara pembuat chip AS lainnya, Broadcom, turun 17,4 persen.

Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, menggambarkan aksi jual hari Senin sebagai "tembak dulu, tanya belakangan", dan mencatat bahwa beberapa pihak skeptis dengan pernyataan DeepSeek.

Namun, penjualan di Tokyo berlanjut hingga Selasa. Advantest anjlok lebih dari sembilan persen, sementara Tokyo Electron and Disco Corporation turun lebih dari tiga persen.

Investor teknologi SoftBank, yang merupakan investor utama dalam proyek AI Trump, anjlok lebih dari lima persen, setelah kehilangan lebih dari delapan persen sehari sebelumnya.

Reli Dollar AS

"Berita Deepseek telah memicu pemikiran ulang tentang revolusi AI dan bisa dibilang salah satu pilar keistimewaan AS saat ini," kata Rodrigo Catril dari National Australia Bank.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.