Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Temukan Penambang Diterkam Buaya di Belitung

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Tim SAR Temukan Penambang Diterkam Buaya di Belitung Doc: ANTARA/HO-Humas Kantor SAR Pangkalpinang
Ket. Tim SAR gabungan menemukan tubuh penambang bijih timah yang diterkam buaya dalam keadaan meninggal dunia di Sunga Cerucuk, Badau, Belitung.

Pangkalpinang -- Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menemukan tubuh penambang bijih timah yang hilang diterkam buaya di Sungai Cerucuk, Kabupaten Belitung.

"Tubuh korban kami temukan sekitar pukul 16:00 WIB di sekitar lokasi kejadian, korban meninggal dunia pada peristiwa itu," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang I Made Oka Astawa di Pangkalpinang, Senin.

Pencarian terhadap korban dilakukan setelah pihaknya menerima informasi kejadian yang menimpa seorang penambang bijih timah yang hilang akibat diterkam buaya di Sungai Cerucuk, Desa Badau, Belitung.

Kejadian ini bermula saat korban bernama Atak (35) pada Senin (20/1) sekitar pukul 10:15 WIB berangkat berjalan kaki menyusuri sungai untuk menuju ponton tambang timah dan bekerja menambang di sekitar sungai tersebut.

Saat berjalan menuju ponton timah, tiba-tiba korban diterkam dan diseret ke dalam air, warga sekitar kejadian yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pencarian, namun hingga pukul 11:30 WIB, korban tidak ditemukan.

Kemudian Ketua RT setempat melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian.

Menerima informasi tersebut, pihaknya langsung memberangkatkan satu tim penyelamatan Pos SAR Belitung menuju lokasi kejadian. Dalam proses pencarian ini, pihaknya juga melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Rescue Pos SAR Belitung, SAR Brimob, Polisi, Pemadam Kebakaran, BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dibantu warga setempat.

Tim melakukan pencarian korban dengan metode menyusuri sungai lokasi kejadian menggunakan perahu karet, dan dalam upaya pencarian ini sekitar pukul 16:00 WIB, tubuh korban berhasil ditemukan dalam keadaan mengapung dengan jarak sekitar 10 meter dari lokasi awal kejadian korban diterkam buaya.

"Korban dalam keadaan meninggal dunia, dengan bekas luka gigitan pada pinggang kanan, tim kemudian melakukan evakuasi menuju RSUD Dr Marsidi Judono Tanjungpandan," katanya.

Menurut dia, konflik antara manusia dan predator buas akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah Provinsi Babel, untuk itu diharapkan masyarakat selalu waspada saat melakukan aktivitas di perairan.

"Atas ditemukannya korban, maka operasi pencarian dan pertolongan ditutup, terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang membantu proses ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.