Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jangan Panik Berlebihan, DKPP Bantul sebut PMK pada Hewan Ternak Tidak Menular ke Manusia

📅 Senin, 20 Jan 2025, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jangan Panik Berlebihan, DKPP Bantul sebut PMK pada Hewan Ternak Tidak Menular ke Manusia Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Ternak sapi di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terutama sapi tidak menular ke manusia apabila daging hewan tersebut dikonsumsi.

"Itu PMK bukan zoonosis, jadi daging aman dikonsumsi. Makanya kita ada edukasi, harapan kami kita ada sosialisasi ke masyarakat tidak usah trauma dengan adanya PMK," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo di Bantul, Minggu.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir dengan merebaknya kasus PMK pada sapi yang saat ini terjadi termasuk di wilayah Kabupaten Bantul, sebab tidak ada pengaruh ke daging sapi meski hewan ternak tersebut dipotong.

"Untuk stok daging sapi kelihatannya masih aman, tidak ada kendala, harga jual daging tidak ada masalah, tidak ada penurunan permintaan daging di masyarakat," katanya.

Dia mengatakan hanya saja pemerintah daerah telah mengambil langkah untuk menutup sementara Pasar Hewan Imogiri, agar tidak ada transaksi jual beli ternak yang bisa memicu penularan PMK dari ternak sakit ke sapi yang sehat.

Pihaknya juga meminta masyarakat peternak sapi untuk tidak menjual ternak dengan harga murah apalagi di bawah harga pasaran, yang justru bisa merugikan sendiri di tengah kemunculan virus PMK pada ternak.

"Peternak agar tidak terus menjual dengan harga murah, tetapi dikandangkan, kita lakukan desinfeksi, kita obati sapi yang sakit, kita pisah dengan yang sehat, mudah mudahan bisa sembuh," katanya.

Menurut dia, berdasarkan laporan kasus PMK di Bantul, penyakit tersebut mengakibatkan kematian ternak sebanyak 37 sapi dan yang sakit 337 sapi. Pemkab Bantul saat ini terus berupaya menanggulangi penyakit itu, salah satunya dengan melakukan vaksinasi.

"Untuk vaksin PMK, Kabupaten Bantul juga akan mendapat alokasi dari pemerintah sebanyak 33.000 dosis. Kami juga mengimbau peternak terutama yang perekonomian tinggi untuk mandiri untuk vaksinasi mandiri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.