Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Catat! Daftar Makanan Ini Tidak Baik Dipanaskan Ulang dengan Microwave

📅 Senin, 20 Jan 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Catat! Daftar Makanan Ini Tidak Baik Dipanaskan Ulang dengan Microwave Doc: ANTARA/Shutterstock

JAKARTA - Memanaskan sisa makanan semalam dengan microwave biasanya dilakukan untuk disantap kembali, namun para ahli mengatakan hal itu mungkin bukan langkah terbaik.

Ditulis laman New York Post, Sabtu (18/1), oven microwave dapat memasak makanan secara tidak merata dan meninggalkan "titik dingin", sehingga bakteri berbahaya dapat bertahan hidup selama proses pemanasan ulang, menurut Universitas Negeri Michigan.

Selain itu, makanan yang dipanaskan ulang dengan microwave tidak selalu terasa enak. Sisa makanan bisa menjadi kering atau terlalu matang

Beberapa diantaranya makanan yang tidak baik dipanaskan kembali menggunakan microwave.

1. Telur rebus

Dikenal sebagai sumber protein yang kaya, telur rebus adalah camilan cerdas dan mudah dibawa. Namun para ahli makanan menyarankan untuk memakannya dalam keadaan dingin daripada menggunakan microwave untuk menghilangkan rasa dinginnya.

"Jangan sekali-kali memanaskan telur rebus di microwave, Melakukan hal itu menyebabkan uap dan tekanan terbentuk di putih telur, dan dapat menyebabkan letusan saat telur dipotong," kata seorang ahli diet terdaftar di Nutley, New Jersey Amanda Holtzer.

"Letusan ini dapat terjadi di microwave, di piring Anda atau, yang lebih menakutkan, di mulut Anda saat Anda menggigit telur," kata Holtzer kepada Fox News Digital.

2. Makanan kaya vitamin c

Karena vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air yang sangat sensitif terhadap panas, hindari penggunaan microwave untuk makanan yang kaya akan vitamin ini, kata Holtzer.

“Saat terkena panas, vitamin C akan rusak dan hancur,” ungkap dia.

Makanan yang kaya akan vitamin C antara lain brokoli, paprika, beri, dan sayuran berdaun hijau. Untuk menjaga integritas vitamin C dalam makanan ini, Holtzer menyarankan untuk mengkonsumsinya mentah sesering mungkin.

3. Ayam

Dari sudut pandang keamanan pangan, memanaskan kembali ayam biasanya sangat aman. Namun, dari sudut pandang kontrol kualitas, ia akan merekomendasikan agar ayam tidak dipanaskan kembali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.