Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Usaha Ultra Mikro Berorientasi Ekspor, Ini Strategi Kementerian UMKM 

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Usaha Ultra Mikro Berorientasi Ekspor, Ini Strategi Kementerian UMKM  Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (tengah) diwawancara awak media di sela melakukan kunjungan kerja di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makasar, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/1/2025).

MAKASSAR - Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza mengungkapkan skema untuk menaikkan kelas pelaku usaha ultra mikro agar bisa ekspor yaitu melalui kolaborasi, pembiayaan, dan pendampingan.

Helvi yang ditemui di sela melakukan kunjungan kerja di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makasar, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/1), mengatakan pihaknya fokus meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor UMKM dengan berbagai program strategis.

"Ada program namanya UMKM Naik Kelas. Dan kemarin Bapak Menteri UMKM (Maman Abdurrahman), waktu kunjungan ke Palembang, beliau sudah meminta agar PNM mengeluarkan paling tidak 10 top talent yang akan kita naik kelaskan," kata Helvi.

Melalui upaya ini, diharapkan pelaku usaha ultra mikro bisa bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang lebih efisien dan kompetitif, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global pada 2045 dengan melibatkan UMKM.

Meski begitu, dia menuturkan bahwa proses peningkatan UMKM memerlukan kerjasama berbagai pihak mulai pemerintah termasuk perguruan tinggi. Salah satu kunci utama dari program ini adalah kolaborasi lintas sektor yang akan mempercepat transformasi UMKM.

Dia menerangkan, UMKM yang berada di level paling bawah akan dibina oleh berbagai lembaga, salah satunya oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang memiliki peran vital dalam mengembangkan UMKM dari paling bawah.

PNM diharapkan dapat melahirkan minimal 10 top talent UMKM yang akan diakselerasi untuk naik kelas.

"Ada elemen kolaborasi semua pihak. Nah, di tingkat bottom, paling bawah, inilah yang dikerjakan PNM. Nah, lepas dari sini ketika dia meningkat kecil, kita usahakan ke KUR (Kredit Usaha Rakyat)," ujarnya.

Dalam upaya mengembangkan UMKM ke arah yang lebih profesional, Kementerian UMKM juga memfasilitasi akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pembiayaan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi UMKM untuk memperluas usaha dan mengembangkan kualitas produk mereka. Dengan dukungan finansial yang lebih baik, UMKM akan lebih mudah untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.

Selain itu, Kementerian UMKM mendorong implementasi sistem klasterisasi sebagai salah satu cara untuk mendorong UMKM agar lebih terstruktur dan terorganisir.

Melalui klasterisasi ini, UMKM yang memiliki potensi besar akan digabungkan dalam kelompok yang lebih besar, yang akan memberikan peluang kolaborasi dan pengembangan lebih lanjut.

Klaster-klaster ini akan menjadi fondasi bagi terbentuknya holdingisasi, yang menjadi langkah selanjutnya untuk menaikkan kelas UMKM.

"Kemudian dari klaster ini terbentuklah holdingisasi. Kita dorong ke menengah. Nah, di menengah itu Pak Prabowo (Pesiden RI) punya program lagi menugaskan Kementerian (Investasi) dan Hilirisasi untuk kemitraan dengan pengusaha besar," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.