Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pagar Laut Merugikan 117 Miliar Rupiah

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pagar Laut Merugikan 117 Miliar Rupiah Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Arsip foto - Sejumlah petugas Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel lokasi pemagaran laut sepanjang 30,16 km di perairan pesisir Tangerang, Banten, Kamis (9/1).

JAKARTA – Pemagaran laut Tangerang dan Bekasi sangat merugikan para nelayan. “Kerugiannya bisa mencapai hampir 117 miliar,” tutur Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, Kamis.

Kerugian ini mencakup dampak terhadap pendapatan nelayan, peningkatan biaya operasional, serta kerusakan ekosistem laut.

“Keberadaan pagar laut Tangerang dan Bekasi telah menciptakan kerugian ekonomi, sosial, dan ekologis yang signifikan,” tandasnya.

Proyek ini tidak hanya merugikan nelayan, tetapi juga gagal memberikan manfaat yang dijanjikan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan pagar lebih banyak memberikan dampak negatif daripada positif.

Nur merinci, kerugian sebesar hampir 117 miliar tersebut terdiri dari penurunan pendapatan nelayan 93,31 miliar per tahun. Peningkatan biaya operasional sebesar 18,6 miliar per tahun.

Kerusakan ekosistem laut senilai 5 miliar per tahun. Perhitungan ini didasarkan data Ombudsman serta analisis ekologis independen.

Pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir utara Kabupaten Tangerang dan 8 kilometer di Bekasi tengah menjadi sorotan. Pagar ini diklaim sebagai upaya mitigasi abrasi dan tsunami, namun data menunjukkan bahwa struktur ini lebih banyak mendatangkan kerugian.

Berdasarkan data Ombudsman, 4.000 nelayan Tangerang dan Bekasi mengalami kerugian akibat terhambatnya akses ke wilayah tangkapan ikan. Nur menilai pendapatan nelayan menurun rata-rata 100.000 per hari karena waktu melaut berkurang dan jarak melaut lebih jauh.

Dengan asumsi nelayan bekerja 20 hari per bulan, kerugian total mencapai 7,776 miliar setiap bulan atau 93,31 miliar per tahun. Selain itu, rute melaut yang lebih panjang meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 1,55 miliar per bulan atau 18,6 miliar per tahun. Biaya tambahan ini semakin memperburuk kondisi ekonomi nelayan. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Edukasi Keanekaragaman Hayati di Kawasan Mangrove

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Edukasi Keanekaragaman Haya...
Nasional
Target Bedah 10 Ribu Rumah ...
Nasional
Rapat Koordinasi di DPR Bah...
Ekonomi
Kebijakan Pembatasan Komisi...
Luar Negeri
Jepang Protes Klaim Tiongko...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.