Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dikhawatirkan Bisa Mengganggu Wujudkan Ekonomi 8 persen, Pemerintah Harus Segera Atasi Masalah Kemiskinan di Daerah

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dikhawatirkan Bisa Mengganggu Wujudkan Ekonomi 8 persen, Pemerintah Harus Segera Atasi Masalah Kemiskinan di Daerah Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan laporan BPS ini mengindikasikan ekonomi tengah lesu.

JAKARTA – Pemerintah perlu secepatnya mengatasi masalah kemiskinan di daerah melalui langkah nyata. Sebab, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan lima provinsi mengalami kenaikan tingkat kemiskinan sehingga kondisi ini memperlebar ketimpangan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan laporan BPS ini mengindikasikan ekonomi tengah lesu. Dia menambahkan pelemahan tersebut sebenarnya juga tercermin dari 5 bulan berturut turut deflasi pada Mei-September 2024.

"Dampaknya juga bisa dirasakan di daerah, ditunjukkan dengan rata-rata angka kemiskinan naik, bukan variasi tingkat kemiskinan antar daerah karena sebagian besar provinsi tingkat kemiskinannya naik," ungkap Esther.

Selain itu, ucapnya, gini ratio yang menunjukkan ketimpangan ekonomi masih berkisar 0,379. Dari tahun ke tahun, tidak ada perubahan ketimpangan ekonomi secara signifikan. “Artinya kondisi kemiskinan masih nyata,” tegasnya.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu menerapkan strategi pengentasan kemiskinan. Strategi pengurangan kemiskinan yang terarah memiliki lima komponen kunci meliputi pendidikan, produksi, relokasi, kompensasi ekologis, dan bantuan sosial.

"Ratusan juta orang miskin telah terangkat dari kemiskinan dan memiliki kondisi hidup yang lebih baik. Tiongkok telah menerapkan pendekatan multisektor untuk melawan kemiskinan," ucap Esther.

Seperti diketahui, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode September 2024 dari BPS menunjukkan, dibandingkan dengan Maret 2024, sebanyak lima provinsi mengalami kenaikan tingkat kemiskinan, meliputi Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan terdapat 18 provinsi dengan tingkat kemiskinan di bawah rata-rata nasional pada September 2024, sementara 20 provinsi lainnya memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan tertinggi tercatat di Papua Pegunungan sebesar 29,66 persen, dan tingkat kemiskinan terendah tercatat di Bali dengan angka 3,80 persen.

Faktor Pemicu

Sementara itu, Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi mengatakan kenaikan tingkat kemiskinan dipicu faktor konsumsi tumbuh lebih rendah dibanding rasio harga-harga yang ditetapkan sebagai garis kemiskinan, baik dari unsur pangan dan nonpangan. Artinya, di lima provinsi tersebut pertumbuhan daya belinya, khususnya di kelompok menengah, jauh lebih rendah ketimbang pergerakan inflasi.

Untuk mengatasi kenaikan angka kemiskinan, lanjutnya, hal paling urgen dilakukan dengan menekan inflasi bahan pangan dan kebutuhan pokok, termasuk dengan dengan memperbaiki sistem distribusi. “Negara harus hadir, bukan semata sebagai penyalur bantuan sosial, melainkan mendorong efisiensi pasar, terutama di aspek kebutuhan pokok,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, kelompok paling miskin perlu ditopang pendapatannya dengan stimulus produktif seperti akses usaha padat karya perdesaan yang berfokus pada pengembangan usaha mikro, bukan sebatas infrastruktur saja.

“Ke depan, perlu dipetakan dengan jelas, di mana sumber-sumber kemiskinan ekstrem terkonsentrasi, lalu menggandeng peran para penggiat community development untuk melakukan pendampingan program secara langsung untuk mengentaskan masalah kemiskinan dengan pengembangan usaha,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pengguna Transportasi Umum ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.