Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PAD Pemkot Tangerang Rp2,9 Triliun

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
PAD Pemkot Tangerang  Rp2,9 Triliun Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin sedang memberikan paparan mengenai penghapusan retribusi BPHTB dan PBG kepada Mendagri dan Mentrei PKP saat kunjungan kerja ke Pemkot Tangerang, Banten.

TANGERANG – Dengan adanya pembebasan retribusi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), membuat pendapatan asli daerah (PAD) berkurang sekitar 9,9 miliar. “Tidak masalah, penurunan ini tidak terlalu besar,” tutur Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin, Rabu.

Dia mengatakan nilai pendapatan yang terpengaruh dari program pembebasan retribusi tersebut tidak terlalu besar dari PAD Kota Tangerang tahun ini sebesar 2,9 triliun. Hal itu, menurutnya, bagian dari mendukung kebijakan pemerintah sektor perumahan. Ini juga menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB)Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Ini adalah bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam mendukung program pemerintah sektor perumahan,” jelas Nurdin. Adapun SKB tiga menteri berisi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) disepakati nol persen. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) nol persen. Kemudian, PPN rumah di bawah 2 miliar selama enam bulan periode Januari-Juni 2025 juga nol persen.

Adapun dasar hukum pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang ditetapkan 5 Januari 2022. Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Sugihharto Achmad Bagdja menuturkan, peraturan kepala daerah terkait pembebasan retribusi PBG dan BPHTB telah dikeluarkan sejak 27 Desember 2024 lalu.

“Langkah ini diambil untuk mendukung program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ini sesuai dengan seruan kementerian. Saat ini waktunya buat rumah dan punya rumah,” tambah Sugihharto.

Sebelumnya, kemendagri mengumumkan akhir Januari 2025 sebagai batas waktu seluruh kabupaten dan kota untuk menerbitkan peraturan kepala daerah (perkada). Isinya, kebijakan penghapusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di seluruh Indonesia.

Kemendagri sudah menyampaikan, paling lambat akhir Januari, setiap daerah sudah membuat perkada. Selain itu, juga percepatan izin PBG dari 45 hari menjadi 10 hari.Kebijakan ini hanya berlaku bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi kriteria tertentu. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.