Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Orang Tewas Akibat Topan Dikeledi di Madagaskar dan Ribuan Mengungsi

📅 Rabu, 15 Jan 2025, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Orang Tewas Akibat Topan Dikeledi di Madagaskar dan Ribuan Mengungsi Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Topan tropis Dikeledi di Madagaskar mengakibatkan tiga orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya mengungsi, Selasa (14/1/2025).

Nairobi - Topan Dikeledi di Madagaskar mengakibatkan tiga orang tewas dan 5.000 lainnya mengungsi, papar Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Afrika serta Kantor Nasional untuk Penanganan Risiko dan Bencana (BNGRC), Selasa.

“Topan Tropis Dikeledi telah kembali dan sekarang bergerak menuju barat daya Madagaskar setelah melintasi Selat Mozambik. Meskipun tidak diharapkan berdampak langsung, kondisi cuaca diperkirakan akan memburuk. Laporan mencatat 3 kematian dan 5.216 orang terdampak,” kata IFRC dalam sebuah pernyataan.

Sebelum mencapai Madagaskar, Dikeledi melintasi dekat Mayotte, sebuah pulau wilayah luar negeri Prancis, yang mendorong dikeluarkannya peringatan merah.

Pihak berwenang menyarankan warga untuk tetap berada di rumah, namun topan ini hanya menyebabkan kerusakan kecil saat bergerak ke selatan pulau tersebut.

Daerah itu mengalami banjir ringan dan beberapa gangguan, tetapi infrastruktur sebagian besar tidak terpengaruh.

Dalam pernyataannya, IFRC menekankan bahwa bersama tim Palang Merah setempat, mereka memantau situasi dengan cermat saat badai melanjutkan perjalanannya ke barat daya Madagaskar.

Komunitas di sepanjang jalur badai telah diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran keselamatan guna meminimalkan risiko lebih lanjut.

Dampak Topan Dikeledi ini terjadi kurang dari satu bulan setelah wilayah tersebut dilanda Topan Chido, yang menyebabkan kehancuran signifikan di Mayotte dan sebagian Madagaskar.

Topan Chido menghantam Mayotte pada 14 Desember 2024, menyebabkan kerusakan yang meluas.

Badai itu mengakibatkan setidaknya 35 kematian yang dikonfirmasi, sekitar 2.500 orang terluka, dan hingga 100.000 orang mengungsi, menurut otoritas setempat.

Ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Mayotte setelah Topan Chido, otoritas setempat melaporkan bahwa kerusakan infrastruktur yang parah telah sangat menghambat upaya penyelamatan dan bantuan.

Mereka juga memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa bisa meningkat karena tantangan besar dalam mengakses area yang terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.