- Home
-
- Megapolitan
-
- Legislator: Perlu kajian i...
Legislator: Perlu kajian integrasi antarmoda transportasi umum Jakarta
Rabu, 15 Jan 2025, 16:11 WIBJakarta -- Ketua Komisi B DPRD Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan bahwa perlu ada kajian untuk mengintegrasikan antarmoda transportasi umum di Jakarta supaya tidak menumpuk pada transportasi tertentu.
"Harus ada pola integrasi, baik dari MRT, Transjakarta maupun LRT," kata Nova di Jakarta, Rabu, saat mengunjungi Transjakarta koridor 1.
Menurut dia, untuk isu penutupan Koridor 1 Transjakarta, yaitu Blok M ke Kota dipastikan tidak ada dan itu sudah dipertegas oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa yang terpenting saat ini, yaitu bagaimana mengintegrasikan antarmoda transportasi umum seperti MRT, LRT dan Transjakarta, supaya tidak ada penumpukan pada satu moda transportasi saja.
Untuk itu, lanjut Nova, Dinas Perhubungan sudah menyatakan sedang membuat kajian agar transportasi umum di Jakarta bisa terintegrasi dengan baik.
"Ada pola integrasi kita ini punya Transjakarta, MRT dan nantinya LRT yang menyambung sampai Stasiun Manggarai," katanya.
Hal ini harus dicari pola integrasinya. "Karena pelanggan Transjakarta terus naik dan kini sudah mencapai 1,3 juta per hari," ujarnya.
Selain integrasi transportasi umum, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta juga perlu melakukan kajian terkait perubahan rute dan yang pelanggannya banyak perlu ada penambahan kendaraan maupun fasilitas.
"Sebenarnya ini bukan masalah koriydor 1. Artinya bagaimana juga menambah kapasitas dan fasilitas agar penumpang tidak bertumpuk dan ini ada kajian-kajiannya," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa tidak akan ada penutupan Koridor 1 Transjakarta yang meliputi Blok M-Kota.
âTerkait isu penutupan Koridor 1, kami sampaikan bahwa tidak ada penutupan Koridor 1,â kata Syafrin.
Syafrin mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh dengan terus dilanjutkannya pembangunan MRT.
âBaik sekarang Fase 2A untuk operasional pertama sampai dengan ke Stasiun Monas direncanakan akhir Desember 2027, yang kemudian ditindaklanjuti dengan sampai ke Kota diharapkan selesai pada tahun 2029,â katanya.
Syafrin juga menjelaskan, pembangunan juga terus dilakukan untuk MRT Timur-Barat, dimulai dengan Fase 1 dari Kebon Sirih sampai Rorotan dan juga ada pembangunan LRT Jakarta dari Velodrome ke Manggarai yang nanti diteruskan ke layanan Dukuh Atas yang terintegrasi secara utuh dengan semua angkutan umum massal Jakarta.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Real Madrid Siapkan Skema Tukar Tambah, Raul Asencio Bisa Dikorbankan Demi Bek Muda Incaran Perez
-
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersihkan Sampah di Kawasan Sembalun
-
Antisipasi Bahaya, ESDM Kaltim Tangani Kolam Bekas Tambang di Area Hunian
-
Kemenperin Ekspor Perdana Olahan Kakao ke Prancis
-
Update Tragedi Kereta Bekasi: Pemkot Siapkan Posko Darurat dan Pendampingan Keluarga Korban
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.