• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kunci Sukses UMKM Kebaya T...

Kunci Sukses UMKM Kebaya Tembus Pasar Internasional ala Vielga Wennida

Selasa, 16 Jun 2026, 18:12 WIB

KUALA LUMPUR - Desainer kebaya asal Indonesia Vielga Wennida berbagi tips kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk merambah pasar luar negeri.

Pemilik dari Roemah Kebaya Vielga ini mengatakan langkah awal yang dapat dilakukan UMKM dalam membidik pasar luar negeri adalah memperkuat identitas dan jaringan media sosial.

Ket. Foto: Sejumlah model mengenakan kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (15/6). — Sumber: ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga

"Menurut saya harus punya identitas ya. Selain itu orisinalitas sangat penting menurut saya," kata Vielga saat berbincang dengan wartawan di sela peresmian kerja sama kemitraan eksklusif Roemah Kebaya Vielga dengan salah satu platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore di Kuala Lumpur, Senin (15/6).

Produk kebaya rancangan Vielga yang kini sudah merambah pasar Singapura dan Malaysia, memiliki orisinalitas karena dikerjakan secara manual.

Menurut dia, kebaya-kebaya yang diproduksi negara lain umumnya hasil produksi mesin berbasis komputer, dan produksinya bisa dilakukan secara massal.

Sementara kebaya miliknya sangat eksklusif karena dibuat secara manual, sehingga memiliki sentuhan personal dan setiap kebaya hasil desainnya tidak akan pernah ada duanya.

"Ini bener-bener dikerjakan personal. Ada satu kebaya yang dikerjakan sampai tiga orang. Untuk mengerjakan kebaya kerancang bolong-bolong misalnya, itu manual," ujarnya.

Vielga melanjutkan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan UMKM untuk merambah pasar luar negeri adalah mempelajari apa yang diinginkan pasar di negara tujuan, misalnya terkait budaya atau kebiasaan masyarakat di negara tujuan.

Vielga mencontohkan, untuk bisa masuk ke Malaysia, maka dirinya melakukan penyesuaian desain kebaya dengan apa yang diinginkan konsumen Malaysia.

"Masyarakat Malaysia itu mereka suka yang kebaya yang panjang-panjang, karena di sini banyak Muslim. Jadi harus mencocokkan desain dengan style Muslim, lalu menyesuaikan jenis bahan, teknik bordir, hingga warna," kata dia.

Langkah lain yang tidak kalah penting, kata Vielga, adalah memperkuat jaringan media sosial.

Dia mengatakan dengan bantuan media sosial produk yang dimiliki dapat dikenal secara luas bahkan ke mancanegara. Dengan demikian peluang produk untuk dikenal dan disukai publik di luar negeri menjadi terbuka lebar.

Dukungan KBRI

Terpisah Menteri Konselor/Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Hendra Purnama Iskandar yang hadir dalam peresmian kerja sama Roemah Kebaya Vielga dengan Collabstore menyampaikan saran kepada UMKM yang ingin merambah pasar mancanegara.

Menurut Hendra, untuk merambah pasar luar negeri, UMKM harus berupaya menghasilkan produk yang terbaik.

"UMKM bisa masuk dengan catatan buatlah yang terbaik, jangan asal. Dan yang terbaik bukan berarti paling mahal, tapi sustainability-nya, lalu packaging menarik," kata Hendra kepada ANTARA.

Sebagai seorang diplomat yang telah bertugas selama empat tahun sebagai Menteri Konsuler, Hendra terbiasa memfasilitasi kemitraan pelaku usaha Indonesia dengan Malaysia melalui bussines matching.

Dia menyarankan agar pelaku usaha nasional senantiasa melihat apa yang diperlukan publik di negara tujuan.

"Jangan memaksakan bahwa 'oke, laku di Jakarta, laku di Bandung, pasti laku di Malaysia', itu belum tentu. Jadi kita harus pelajari selera pasar," kata Hendra.

"Kita lihat warna-warna kebaya Vielga ini, ini kan seperti biasa kita temukan misal di Malaka ya. Jadi betul-betul pelajari selera pasar," imbuhnya.

Lebih jauh Hendra menyampaikan KBRI KL berkomitmen terus mendorong dan membantu memfasilitasi UMKM Indonesia untuk bisa merambah pasar Malaysia. KBRI KL secara rutin juga melakukan peninjauan atas permintaan pasar Malaysia.

"Selama ini kami juga lihat, mereka masyarakat Malaysia kalau ke Indonesia beli apa saja sih. Dari situ, kita berpikir, kenapa enggak kita hadirkan di sini, untuk memperkenalkan wastra dan produk ekonomi kreatif Indonesia," jelas Hendra. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.