Korut Kembali Luncurkan Sejumlah Misil Balistik
📅 Rabu, 15 Jan 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JUNG YEON-JE
SEOUL – Pihak militer Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (14/1) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) kembali menembakkan beberapa misil balistik jarak pendek ke laut, dalam apa yang menurut para ahli dapat menjadi pesan kepada pemerintahan presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang akan segera dilantik.
Peluncuran itu terjadi saat Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, mengunjungi Korsel untuk serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi, dimana kedua negara Asia tersebut berusaha untuk meningkatkan hubungan bilateral sebelum Trump kembali menjabat sebagai presiden AS pekan depan.
"Militer Korsel mendeteksi beberapa misil balistik jarak pendek yang ditembakkan ke Laut Timur," kata militer Seoul, merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Dikatakan peluncuran itu terjadi sekitar pukul 09.30 pagi di dekat wilayah Ganggye Korut, dengan misil terbang sejauh 250 kilometer sebelum jatuh di laut.
"Otoritas intelijen Korsel dan AS sebelumnya telah mendeteksi dan memantau persiapan peluncuran misil Korsel tersebut dan segera mendeteksi dan melacaknya pada saat peluncuran," kata militer Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dikatakan bahwa pihaknya telah mempertahankan kesiapsiagaan penuh dan berbagi informasi dengan AS dan Jepang sambil memperkuat pengawasan dan kewaspadaan untuk peluncuran lebih lanjut.
“Pesan” kepada Trump
Menanggapi peluncuran misil oleh Korut, penjabat Presiden Seoul Choi Sang-mok mengecam peluncuran tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seoul akan menanggapi provokasi Korut dengan lebih kuat berdasarkan postur keamanannya yang kuat dan aliansinya dengan AS," kata dia.
Para ahli mengatakan peluncuran terbaru tersebut dapat dimaksudkan sebagai pesan kepada pemerintahan Trump yang akan datang.
"(Peluncuran misil) itu dapat ditujukan ke AS," kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul. "(Peluncuran misil) itu mungkin menunjukkan niat untuk memberikan tekanan menjelang masa jabatan kedua pemerintahan Trump," imbuh dia.
Sedangkan menurut Ahn Chan-il, seorang pembelot yang beralih menjadi peneliti yang mengelola World Institute for North Korea Studies, mengatakan kepada AFP bahwa peluncuran uji coba itu tampaknya merupakan niat untuk menegaskan eksistensi di depan pemerintahan Trump.
Ia mengatakan hal itu juga dapat ditujukan untuk mendestabilisasi Korsel selama periode kekacauan di Seoul sendiri, karena Presiden Yoon Suk-yeol yang diskors menghadapi persidangan pemakzulan yang dimulai pada Selasa.
Hubungan antara kedua Korea sendiri telah berada pada salah satu titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Korut terus meluncurkan serangkaian misil balistik tahun lalu yang melanggar sanksi PBB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!