Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Segera Diborong, Otobiografi Paus Fransiskus Telah Beredar di Toko-toko Buku

📅 Selasa, 14 Jan 2025, 20:25 WIB | Oleh:

Ia ingat pernah membantu Jorge Luis Borges yang hampir buta untuk bercukur.

“Dia adalah seorang agnostik yang melafalkan Doa Bapa Kami setiap malam karena dia telah berjanji kepada ibunya bahwa dia akan melakukannya, dan akan meninggal dengan upacara terakhir.”

Paus Fransiskus tidak asing dengan kolaborasi jurnalistik. Sebuah buku tentang hidupnya yang ditulis dari wawancara yang ia berikan kepada jurnalis Argentina Sergio Rubin diterbitkan saat ia masih menjadi kardinal Buenos Aires.

Sejak ia menjadi Paus, ada beberapa karya lainnya. Ia menulis Let Us Dream, sebuah kisah orang pertama yang mengeksplorasi bagaimana krisis dapat menjadi katalis positif untuk perubahan, selama pandemi virus korona, bersama penulis biografinya Austen Ivereigh. Buku tersebut masuk dalam daftar buku terlaris New York Times.

Pada tahun 2024, Life, sebuah buku penuh anekdot yang ditulis bersama Fabio Marchese Ragona, diterbitkan di seluruh dunia, dan juga masuk dalam daftar Times.

Hope memakan waktu enam tahun dalam pembuatannya dan merupakan salah satu rahasia dunia penerbitan yang paling terjaga kerahasiaannya.

Awalnya, Paus Fransiskus bermaksud agar otobiografi tersebut diterbitkan setelah kematiannya. Namun musim panas lalu, ia berubah pikiran sehingga penerbitannya akan bertepatan dengan Yubelium 2025, Tahun Suci Gereja Katolik yang berlangsung setiap seperempat abad.

Mondadori, penerbit Italia, mengumumkan peluncuran buku tersebut dalam waktu dekat pada Pameran Buku Frankfurt 2024, yang menimbulkan kegembiraan, terutama di kalangan penulis biografi Paus Fransiskus.

Sebuah otobiografi adalah sebuah kesempatan, kata Iverneigh dalam sebuah wawancara, “bagi Fransiskus untuk menyelami berbagai episode kehidupannya, yang mana para penulis biografinya, termasuk saya”, telah berspekulasi, berdebat “dan terkadang berjuang untuk menafsirkannya”.

Namun, meskipun kaya akan anekdot tentang masa kecil Paus Fransiskus di barrio Buenos Aires, episode-episode yang digambarkan oleh Iverneigh sebagai "permata", buku ini tidak menawarkan banyak wawasan tentang kehidupan Paus Fransiskus di kemudian hari selain dari apa yang sudah menjadi "materi yang sering dibahas".

Mungkin cuplikan yang paling layak diberitakan dalam buku ini adalah kenangan Paus Fransiskus tentang kunjungannya tahun 2021 ke Irak, yang diterbitkan sebagai kutipan di majalah Jesuit America pada bulan Desember.

Paus Fransiskus menulis ia selamat dari dua kali percobaan pembunuhan yang digagalkan. Mantan gubernur Nineveh itu kemudian membantah bahwa insiden semacam itu pernah terjadi.

The Times juga menerbitkan kutipan dari otobiografi tersebut pada bulan Desember, yang satu ini tentang adanya keimanan dalam humor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.