Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Pertumbuhan Ekonomi pada 2024 Bakal Meleset dari Target

📅 Selasa, 07 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Target Pertumbuhan Ekonomi pada 2024 Bakal Meleset dari Target Doc: antara
Ket. Pertumbuhan Ekonomi Kian Melambat

JAKARTA - Kinerja pertumbuhan ekonomi nasional terus kehilangan daya pacunya pasca pandemi Covid-19. Ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik ditengarai menjadi faktor utama penyebabnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai kisaran 5 persen pada 2024. Angka itu lebih rendah dibandingkan asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.

Bahkan, ekspektasi tersebut di bawah capaian dalam dua tahun sebelumnya. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 5,05 persen dari 5,31 pada 2022.

“Kita semua tahu APBN didesain dan dirancang dengan asumsi growth di 2024 adalah 5,2 persen, kita memperkirakan outlook-nya akan di 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1).

Adapun pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 tercatat sebesar 5,11 persen (year-on-year/yoy), triwulan II mencapai 5,05 persen, dan triwulan III 4,95 persen, serta triwulan IV yang diproyeksikan hanya mencapai 5 persen.

Sementara itu, tingkat inflasi pada 2024 berada di level 1,57 persen (yoy), jauh lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 2,8 persen. Namun, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan, melampaui target asumsi sebesar 15.000 rupiah per dollar AS. Nilai tukar rupiah tercatat berada di 15.847 rupiah per dollar AS pada akhir tahun, tertekan oleh berbagai faktor global.

Sri Mulyani menjelaskan ketidakpastian global, termasuk gejolak geopolitik dan pasar keuangan dunia menjadi faktor utama perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketegangan di Timur Tengah, perlambatan ekonomi Tiongkok dan penurunan harga komoditas andalan Indonesia turut memengaruhi kinerja ekonomi nasional.

Perkuat Daya Beli

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memperingatkan pemerintah perlu memperhatikan permintaan domestik pada awal tahun ini sebagai upaya untuk memperkuat daya beli masyarakat. Sebab, daya beli yang kuat berdampak pada stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, daya beli masyarakat yang kuat akan berdampak terhadap stabilitas tingkat inflasi dalam negeri tetap berada di kisaran target Bank Indonesia (BI) yang di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

“Yang menjadi perhatian adalah setelah Tahun Baru (2025) seperti apa. Jadi, kalau daya belinya ini masih belum naik, inflasinya akan kembali anjlok yang disebabkan karena pelemahan dari sisi daya belinya pasca tahun baru (2025),” ujar Faisal di Jakarta, Senin (6/1).

Dia melanjutkan permintaan domestik dan daya beli masyarakat juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sektor-sektor produksi dan usaha pada 2025. “Karena, dengan permintaan yang lebih kuat, daya beli yang lebih baik, ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan sektor-sektor produksi dan usaha,” ujar Faisal.

Faisal menjelaskan tingkat inflasi yang cenderung rendah sebesar 1,57 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Desember 2024 memang merupakan pola yang umumnya terjadi pada akhir tahun, seiring dengan melemahnya permintaan domestik.

Meskipun ada pengaruh dari sisi suplai, menurutnya, rendahnya tingkat inflasi pada Desember 2024 lebih disebabkan oleh melemahnya dari sisi permintaan domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.