Kemendiktisaintek Ungkap Paradigma, arah, dan Kebijakan Baru di Pendidikan Tinggi
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kemendiktisaintek mengemukakan peradigma, arah, dan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang baru dengan menekankan kebijakan untuk mendukung Asta Cita sekaligus sebagai agen pembangunan ekonomi.
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengemukakan paradigma sekaligus arah dan kebijakan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang baru.
Satryo menegaskan, pihaknya menekankan kebijakan pendidikan tinggi harus dapat mendukung Asta Cita, 8 program hasil terbaik cepat, 17 program prioritas, dan tantangan strategis bangsa Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro (keempat kiri) dan Wamendiktisaintek Fauzan (ketiga kiri), dalam Taklimat Media Kemdiktisaintek di Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami ingin memastikan bahwa kementerian kami ini mampu untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai agen pembangunan ekonomi, supaya pendidikan tinggi mampu memberikan pada masyarakat kita suatu dampak yang lebih baik ke depan,” katanya dalam Taklimat Media Kemdiktisaintek di Jakarta, Jumat (3/1).
Satryo menilai pendidikan tinggi harus berdampak kepada pembangunan nasional. Oleh karena itu, optimalisasi dukungan sains dan teknologi menjadi salah satu yang digeber oleh Kemdiktisaintek dalam mewujudkan hal tersebut.
Ia menyebut pihaknya melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi, Ditjen Sains dan Teknologi, dan Ditjen Riset dan Pengembangan memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi Presiden dan Wakil Presiden RI.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita akan lihat mana-mana yang menjadi tugas kami di Kementerian. Dari 8 visi Presiden-Wakil Presiden (Astacita), maka kami terlibat di tiga Asta Cita, tiga misi,” ujarnya.
Satryo menjelaskan Kemdiktisaintek mengambil peran pada Astacita nomor 2 tentang memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa. Kemudian di nomor 4 tentang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, dan nomor 5 tentang hilirisasi dan industrialisasi.
Dalam mewujudkan fondasi Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi 8 program hasil terbaik cepat, Kemdiktisaintek berperan dalam mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional.
Selain itu, Kemdiktisaintek berusaha membangun sekolah unggul terintegrasi di provinsi, dan memperbaiki sekolah yang perlu renovasi. “Kemdiktisaintek juga berperan mengenai pelestarian lingkungan hidup serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan Sumber Daya Alam (SDA) dan maritim,” ucapnya.
Aspek Keberlanjutan
Sementara itu, Wamendiktisaintek Fauzan, menegaskan bahwa program yang telah disusun Kemdiktisaintek sangat mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!