Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kembalinya Kinerja Manufaktur yang Ekspansif, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5 Persen

6 Sabtu, 04 Jan 2025, 01:25 WIB | Oleh:
Kembalinya Kinerja Manufaktur yang Ekspansif, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5 Persen Kembalinya Kinerja Manufaktur yang Ekspansif, Pemerintah Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 5 Persen Doc: antara
Ket. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu

JAKARTA - Kementerian Keuangan optimistis kembalinya kinerja manufaktur ke zona ekspansif bakal berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi 2024, di mana target 5 persen diyakini bakal tercapai.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyebut aktivitas manufaktur Indonesia yang kembali ke zona ekspansif mencerminkan perekonomian Indonesia yang tetap solid di tengah berbagai tantangan, baik global maupun domestik.

“Pemerintah makin optimistis pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen untuk tahun 2024 dapat tercapai,” ujar Febrio dikutip di Jakarta, Jumat (3/1).

Seperti dikutip dari Antara, Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia meningkat dari 49,6 pada November menjadi 51,2 pada Desember 2024. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Mei 2024.

Di sisi lain, beberapa negara Asean dengan ekonomi berbasis manufaktur, seperti Vietnam dan Malaysia, mencatatkan PMI manufaktur yang terkontraksi, dengan PMI masing-masing berada pada level 49,8 dan 48,6.

Perbaikan manufaktur Indonesia didorong oleh kenaikan produksi dan permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun internasional, yang meningkat menjelang Hari Raya Natal dan perayaan Tahun Baru.

Indeks Penjualan Ritel (IPR) mencatat kenaikan 1,7 persen (yoy) secara tahunan pada November 2024 (Oktober: 1,5 persen) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia pada November 2024 naik signifikan ke level 125,9 (Oktober: 121,1).

1735927290_c623a28cb2b4dd48fd00.jpg

Inflasi Terkendali

Menurut Febrio, perkembangan indikator tersebut mencerminkan daya beli yang terus meningkat dan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang lebih baik di tengah perkembangan inflasi yang terkendali.

Selain itu, berdasarkan komponen PMI, peningkatan jumlah persediaan barang jadi mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap permintaan atas produk manufaktur Indonesia. Peningkatan aktivitas manufaktur ini juga diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih ekspansif.

“Optimisme konsumen dan pelaku usaha, tercermin dari indeks penjualan ritel, keyakinan konsumen, dan aktivitas manufaktur yang ekspansif, menjadi modal penting bagi Indonesia menghadapi tantangan 2025. Konsumsi domestik dan aktivitas industri tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi,” jelas dia.

Pemerintah, lanjut Febrio, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berkomitmen menjaga momentum ini dengan menciptakan kondisi yang kondusif, melindungi daya beli masyarakat, dan tetap menjaga level inflasi.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan pemerintah perlu bersikap realistis karena mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% tampaknya sulit.

“Kualitas, konsistensi, dan sinergi antar keputusan ekonomi pemerintah menjadi tantangan internal yang sangat krusial. Sayangnya, belakangan ini yang terlihat lebih banyak pernyataan politik tanpa kalkulasi matang,” ujar Aloysius.

Aloysius memberikan contoh kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% yang dinilai tidak disertai penjelasan implementasi yang jelas kepada publik. “Keputusan ekonomi yang ambigu seperti ini hanya akan menimbulkan kebingungan dan keraguan di kalangan pelaku pasar,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mark Lee Rilis Single Terbaru “Happiest”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.