Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Telegram Kini Hadirkan Metode Verifikasi Akun Terbaru

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 19:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Telegram Kini Hadirkan Metode Verifikasi Akun Terbaru Doc: ANTARA/Pixabay/Vika Glitter

JAKARTA - Telegram menghadirkan pembaruan pada awal tahun ini dengan menambahkan metode verifikasi akun baru yang disokong oleh pihak ketiga.

Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat (3/1), aplikasi perpesanan instan ini sudah memiliki program untuk memverifikasi tokoh publik dan organisasi di platformnya, dan sekarang telah meluncurkan proyek untuk memungkinkan otoritas pihak ketiga yang sudah diverifikasi, seperti regulator kualitas makanan atau konsorsium pendidikan, untuk memverifikasi akun.

Akun yang diverifikasi oleh pihak ketiga akan memiliki logo baru di samping namanya, bukan tanda centang biru.

"Platform terdesentralisasi untuk verifikasi tambahan ini akan membantu mencegah penipuan dan mengurangi misinformasi, dengan solusi proaktif unik yang menetapkan standar keamanan baru untuk platform sosial," kata pihak Telegram dalam sebuah unggahan blog.

Orang atau organisasi yang ingin diautentifikasi harus terlebih dahulu menyelesaikan pendaftaran dan menjalani verifikasi agar memenuhi syarat untuk menerima label verifikasi.

Telegram mengatakan bahwa pihak terkait dapat menggunakan API Bot untuk menetapkan atau menghapus verifikasi, mirip dengan organisasi yang membeli verifikasi di X dan memverifikasi akun afiliasi mereka. Akun afiliasi ini akan memiliki logo organisasi di profil mereka setelah diverifikasi.

Selain itu, Telegram juga meluncurkan fitur baru yang mengubah hadiah menjadi NFT dengan latar belakang dan ikon khusus. Pengguna dapat mengirim hadiah dengan membelanjakan Telegram Stars, yang dapat dibeli melalui aplikasi atau melalui situs Fragment dengan menghubungkan dompet kripto TON mereka.

Telegram mengatakan pengguna dapat memperdagangkan NFT ini di platform yang berbeda. Telegram akan membebankan biaya kepada pengguna untuk meningkatkan hadiah mereka menjadi barang koleksi untuk menutupi biaya transaksi blockchain.

Telegram telah menggunakan mata uang kripto untuk monetisasi kreator serta pembayaran di platform gim dan aplikasi mini.

Platform media sosial itu juga telah meluncurkan fitur reaksi emoji untuk pesan layanan, seperti seseorang yang bergabung dengan grup, dan filter pencarian baru untuk obrolan pribadi, obrolan grup, dan saluran. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.