Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setop Impor Pangan Jangan Sekadar Gimik Politik. Harus Dijalankan!

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 09:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Setop Impor Pangan Jangan Sekadar Gimik Politik. Harus Dijalankan! Doc: istimewa
Ket. Pengamat Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Unwar Denpasar, Bali Dr. I Nengah Muliarta menegaskan, ini adalah langkah yang seharusnya diambil untuk memastikan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani

JAKARTA-Keputusan pemerintah untuk tidak akan mengimpor sejumlah komoditas pangan utama mulai tahun 2025 jangan sampai hanya menjadi gimik politik belaka. Sebab, ucapan seperti itu kerap disampaikan, namun praktiknya berbeda. Menghentikan impor pangan harus benar benar dijalankan apabila ingin mengejar swasembada pangan.

Pengamat Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali Dr. I Nengah Muliarta menegaskan, ini adalah langkah yang seharusnya diambil untuk memastikan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Penting untuk dicatat bahwa kebijakan ini tidak boleh hanya sekadar wacana politik. Tindakan nyata yang konsisten dari pemerintah harus dilaksanakan untuk memastikan bahwa petani mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,"tegas Muliarta dari Bali, Kamis (2/1)

Dengan membeli produk pertanian langsung ujarnya, pemerintah dapat memutus mata rantai tengkulak yang panjang, yang sering kali menyebabkan harga di tingkat petani menjadi sangat rendah. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berproduksi.

Namun, penting juga untuk menekankan bahwa sekadar menghentikan impor tidaklah cukup. Diversifikasi pangan sangat penting mengingat Indonesia memiliki banyak komoditas pangan yang dapat dikembangkan. "Kita harus mendorong pertanian yang berkelanjutan dan beragam agar ketahanan pangan kita tidak hanya bergantung pada satu atau dua komoditas saja,"ucap Muliarta

Selain itu, upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan harus mencakup aspek distribusi yang merata dan memastikan nilai gizi yang tinggi. Ketersediaan pangan saja tidak menjamin ketahanan pangan, distribusi yang tidak merata dapat menyebabkan beberapa wilayah masih kekurangan pangan, sementara yang lain berlebihan. "Oleh karena itu, perlu ada strategi yang jelas untuk memastikan bahwa semua masyarakat, terutama di daerah terpencil, memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi,"ujarnya

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, kita dapat menciptakan sistem yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga adil bagi semua pelaku dalam sektor pertanian. "Mari kita berharap bahwa langkah ini bukan hanya sekadar janji, tetapi menjadi bagian dari visi yang lebih besar untuk ketahanan pangan Indonesia,"ungkap Muliarta

Diketahui Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya menyetop impor barang-barang kebutuhan pangan pokok seperti beras, jagung, gula, dan garam pada tahun 2025.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan, pada tahun ini Indonesia tidak akan mengimpor sejumlah bahan pangan, termasuk beras, garam, dan gula. Menurut Zulhas, serapan beras dari petani akan sepenuhnya ditampung oleh Bulog, sesuai instruksi Presiden.

“Kita akan menghentikan impor beras dan bahan pangan lainnya. Bulog akan menyerap semua gabah dan jagung yang diproduksi oleh petani untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Zulkifli.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung kesejahteraan petani di seluruh negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.