Tingkatkan Daya Saing Industri, Kemenperin Cetak 33 Ribu SDM Kompeten
Rabu, 01 Jan 2025, 12:08 WIBJAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang diikuti sebanyak 33.984 peserta sepanjang tahun 2024.
Program pendidikan dan pelatihan ini merupakan wujud nyata dari keseriusan dan komitmen Kemenperin dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global.
âTentunya adalah SDM yang unggul dan kompeten, yang bisa menjawab seluruh masalah dan tantangan ke depan. Oleh karena itu, Kemenperin menyadari betul pentingnya peran SDM dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing,â kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Dalam upayanya mencetak SDM industri yang unggul, Kementerian Perindustrian menaungi 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Per Desember 2024, total mahasiswa aktif di seluruh unit pendidikan yang dimiliki Kemenperin sebanyak 11.561 orang, dan siswa aktif sebanyak 8.390 orang.
Lulusan dari unit pendidikan Kemenperin mayoritas diserap oleh industri, melanjutkan kuliah, atau berwirausaha. Pada tahun 2024, Kemenperin telah meluluskan 3.006 mahasiswa dan 2.181 siswa dengan rata-rata serapan 73,8 persen. Sekitar 26,2 persen lulusan lainnya memasuki masa tunggu maksimal enam bulan setelah lulus sampai mendapatkan pekerjaan dengan dukungan dari unit pendidikan Kemenperin, ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan.
Minat masyarakat untuk mendaftar di sekolah dan kampus Kemenperin cukup tinggi. Mahasiswa dan siswa unit pendidikan Kemenperin diseleksi melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri). Dari 4.121 mahasiswa baru yang diterima tahun ini, terdapat total 60.179 pendaftar.Â
Sementara itu, dari 2.722 siswa baru yang diterima, terdapat 23.559 orang mendaftar ke SMK Kemenperin. Dari data tersebut, animo pendaftar JARVIS 2024 adalah 1:12.2 atau setiap 1 kursi yang terisi, terdapat sekitar 12 orang yang memperebutkan kursi tersebut.
Tingginya minat masyarakat tersebut tidak terlepas dari reputasi unit-unit pendidikan Kemenperin yang kerap meraih prestasi nasional dan internasional, ungkap Masrokhan.
Pada tahun ini, siswa SMK-SMTI Pontianak berhasil masuk 16 besar dunia pada World Skill Competition di Lyon, Prancis untuk cabang industri 4.0, kemudian mahasiswa Politeknik ATI Makassar meraih juara pertama Line Follower World Robotic Center Competition 2024 di Malaysia, serta mahasiswa Politeknik ATI Padang mendapatkan peringkat pertama Business Pitching Competition 2024 di Management and Science University Malaysia.
Sementara itu, program Diklat 3 in 1 tahun ini telah melatih sebanyak 24.863 SDM di 25 provinsi. Peserta Diklat 3 in 1 mendapatkan tiga hal sekaligus dalam satu program, yakni pelatihan berbasis kompetensi, sertifikat kompetensi, dan penempatan kerja. BPSDMI Kemenperin menaungi tujuh Balai Diklat Industri (BDI) dalam melaksanakan program Diklat 3 in 1.
- Industri Manufaktur
- Agus Gumiwang Kartasasmita
- Kementerian Perindustrian
- BPSDMI Kementerian Perindustrian
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
Setop Jadi Penonton! Kemenperin Bongkar Jurus Cetak SDM Industri Jemput Investasi Tiongkok
-
Generasi Muda Bikin PMDN Agro Naik Tajam! Kemenperin: Makanan Minuman Jadi Magnet Baru
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
-
Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.