MBG Dorong Konsumsi Susu, Kemenperin: Limbah Kemasan Harus Dikelola Biar Tidak Cemari Lingkungan

Minggu, 14 Jun 2026, 19:20 WIB

JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan mendongkrak konsumsi susu nasional. Tapi Kementerian Perindustrian mengingatkan, lonjakan ini jangan sampai diiringi lonjakan limbah kemasan yang tidak terkelola.

Untuk menjawab tantangan itu, Kemenperin mendukung peluncuran Program Used Beverage Carton (UBC) Collection di Kabupaten Serang, Banten, Kamis (11/6). Program inisiatif PT Lami Packaging Indonesia dan PT Frisian Flag Indonesia ini bertujuan mendaur ulang kemasan karton pascakonsumsi agar kembali masuk ke rantai produksi.

Ket. Foto: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan mendongkrak konsumsi susu nasional. Tapi Kementerian Perindustrian mengingatkan, lonjakan ini jangan sampai diiringi peningkatan limbah kemasan yang tidak terkelola — Sumber: istimewa

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, akselerasi industri susu nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan.

“Program UBC Collection ini contoh konkret penerapan ekonomi sirkular dan Extended Producer Responsibility. Produsen tidak hanya suplai produk berkualitas, tapi juga bertanggung jawab mengelola kemasan pascakonsumsinya agar tidak jadi sampah,” ujar Menperin di Jakarta, Sabtu (13/6).

Menurutnya, MBG akan jadi _growth driver_ baru bagi industri makanan dan minuman, khususnya susu. Serapan produk yang naik bakal memicu investasi baru, meningkatkan utilisasi pabrik, dan menguatkan industri pendukung dari hulu ke hilir.

Namun, Menperin memberi catatan tegas: “Lonjakan konsumsi susu wajib diantisipasi dengan sistem manajemen limbah kemasan yang efektif. Multiplier effect MBG harus berdampak pada gizi masyarakat dan ekonomi, tapi juga menjaga lingkungan lewat konsep zero waste.”

Kemenperin mendorong sinergi pentahelix antara industri susu, industri kemasan, pemerintah daerah, sekolah, hingga komunitas pengelola sampah untuk membangun ekosistem sirkular yang terintegrasi.

Sebagai langkah awal, Program UBC Collection menyasar sejumlah sekolah di Kecamatan Cikande, Banten. Siswa diedukasi memilah dan mengumpulkan kemasan karton sejak dini. Selain membangun _green lifestyle_, cara ini juga mengamankan pasokan bahan baku daur ulang untuk industri domestik.

Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengapresiasi investasi PT Lami Packaging sebagai produsen kemasan aseptik lokal pertama di Indonesia. Kehadiran produsen dalam negeri dinilai memperkuat rantai pasok, menekan impor, dan meningkatkan daya saing industri susu nasional.

Kemenperin memastikan akan terus mengawal penerapan prinsip Industri Hijau di seluruh sektor manufaktur. Lewat kolaborasi seperti Program UBC Collection, target pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan emisi karbon, dan visi Indonesia Emas 2045 diharapkan bisa berjalan bersamaan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.