Jelajahi Alam Curug Ciparay yang Menenangkan
📅 Sabtu, 28 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSeperti di wilayah tinggi lain, jalannya banyak ditumbuhi lumut karena udaranya yang lembab dan suhunya cenderung sejuk. Namun di tengah perjalanan yang tidak mudah ini pemandangan alam sekelilingnya benar-benar menyukai mereka yang datang.
Lelah selama menjelajahi jalur yang menantang akan sirna saat tiba di lokasi. Hal ini ditandai dengan suara air dan jatuhnya air terjun yang membentuk kabut dari kejauhan. Curug ini memiliki ketinggian 72 meter, tampak gagah dari kejauhan. Tidak ada rumah penduduk di atasnya selain hutan lebat Gunung Salak. Dengan demikian airnya bersih alias tidak terkontaminasi sampah atau limbah.
Sementara itu alamnya yang hijau di kanan-kiri curug menambah kesan alami selama berada di sini. Tebingnya berdiri dengan kemiringan 90 derajat yang seolah dibelah oleh aliran airnya ditumbuhi lumut dan pepohonan yang menggantung.
Yang menarik di sisi kiri Curug Ciparay terdapat aliran sungai kecil yang membelah tebing seperti lorong memanjang ke arah hulu di Gunung Salak. Aliran ini membuat percabangan sungai yang letaknya hanya beberapa meter dari tempat jatuhnya air curug.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aliran dari curug bersama bercabangan tersebut kemudian mengalir ke bawah. Di kanannya akan bertemu dengan percabangan lagi yang airnya panas dan mengandung belerang. Tidak heran pada alirannya bebatuannya berwarna kuning karena mineral tersebut.
Perlu Waspada
Untuk menuju Curug Ciparay perlu berjalan kaki menyusuri sungai. Perlu kehati-hatian karena saat menuju curug akan melewati batu besar. Saat menuju curug perlu memperhatikan arus airnya, karena jika hujan di atasnya bisa saja menghasilkan arus deras yang menghanyutkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lain jika musim kemarau. Air curug ini tidak terlalu terlalu deras sehingga pengunjung bisa melihat dengan jelas lekukan setiap batuan yang dilalui oleh air. Namun pilihan terbaik berkunjung ke Curug Ciparay memang saat musim hujan meski perlu waspada.
Di tepi sisi kanan curug terdapat aliran sungai yang cukup deras. Airnya yang sangat jernih membuat dasar sungai tampak terlihat jelas. Tempat jatuhnya air curug ini membentuk celah dengan warna biru-kehijauan dengan gradasi merah-coklat di bagian yang dangkal.
Berada di ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut, tentu saja membuat suhu airnya cukup segar dan bahkan cenderung dingin di lokasi ini. Menikmati kesejukan air curug ini dengan cara mandi merupakan hal wajib. Oleh karenanya perlu membawa baju ganti agar tidak kedinginan dan masuk angin selama perjalanan pulang.
Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai jam 07.00 hingga 16.00. Namun pada akhir pekan, jam operasionalnya ditambah 30 menit karena banyaknya pengunjung yang datang untuk mengantre menikmatinya terutama untuk berfoto-foto dengan latar belakang air terjun.
Bagi yang ingin menyaksikan pemandangan debit air curug jatuh dari ketinggian disarankan untuk datang pada musim hujan. Namun bagi ingin leluasa menikmati air di bawah terjun bisa, pelancong bisa datang pada musim kemarau saat debitnya kecil. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!