Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Khawatir Berat Badan Naik Saat Libur Panjang? Begini Cara Menyiasatinya

📅 Sabtu, 28 Des 2024, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khawatir Berat Badan Naik Saat Libur Panjang? Begini Cara Menyiasatinya Doc: GRENVELOPE.COM
Ket. Makan bersama saat musim liburan, seperti Natal dan Tahun Baru bisa menjadi momen yang menyenangkan.

Alison Fixsen, University of Westminster

Makan bersama saat musim liburan, seperti Natal dan Tahun Baru bisa menjadi momen yang menyenangkan. Namun, bagi kamu yang mengalami kecemasan terhadap makanan karena masalah berat badan dan gangguan makan, momen ini bisa terasa sulit dan menantang.

Liburan panjang dapat menimbulkan rasa bosan, bahkan sering kali memperburuk perasaan cemas, sedih, kesepian, hingga stres. Untuk menghilangkan stres ataupun sekadar memanjakan diri, kamu mungkin cenderung makan berlebih yang justru dapat memperburuk pola makan tidak teratur.

Belum lagi, musim liburan identik dengan undangan makan bersama yang ketika dihadiri dapat menimbulkan perasaan serba salah dan terkadang menyakitkan. Ini bisa disebabkan perasaan tidak enak ketika menolak undangan, khawatir dihakimi orang lain saat terlalu fokus terhadap makanan, atau justru merasa bersalah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.

Akibatnya, beberapa pengidap gangguan makan mungkin memilih menghindari pertemuan dengan keluarga maupun teman.

Cara atasi kecemasan terhadap makanan saat liburan

Melewati masa liburan boleh jadi bukan hal yang mudah bagi pengidap gangguan makan, tetapi sejumlah cara di bawah ini bisa dilakukan untuk menyiasatinya:

1. Hindari diet ekstrem

Banyak orang mencoba diet ketat saat libur panjang demi  menghindari makan berlebih. Namun, diet ekstrem justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Cobalah temukan cara menyeimbangkan hasrat ngemil dengan kebiasaan sehat. Misalnya, daripada langsung konsumsi makanan penutup yang menggoda, berjalan-jalan bersama pasangan atau keluarga bisa menjadi pilihan. Keinginan ngemil mungkin hilang saat kamu kembali.

Biasakan pula mengambil jeda antara waktu makan agar membantu kamu lebih fokus terhadap sinyal tubuh sehingga tahu kapan waktunya benar-benar lapar, daripada kamu hanya duduk diam dan makan ketika hidangannya tersedia.

2. Fokus terhadap nutrisi

Alih-alih menghindari menu favorit liburan atau menghilangkan jenis makanan tertentu, kamu bisa menambahkan ragam asupan kaya nutrisi. Contohnya, buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan makanan kaya serat, yang dapat memberikan banyak manfaat untuk pencernaan dan kesehatan secara menyeluruh.

Menjaga kesehatan merupakan perjuangan yang panjang. Satu atau dua kali makan berlebihan selama liburan tidak akan menggagalkan usahamu. Sebaliknya, pola makan terlalu ketat justru dapat menyebabkan kekurangan nutrisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.