Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Segera Hentikan Kebijakan PPN 12 Persen

📅 Senin, 23 Des 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Calios), Nailul Huda mengatakan sebelum memberlakukan tarif PPN 12 persen, pemerintah sebaiknya melihat fenomena perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tahun 2014 mencapai 5,15 persen. Sedangkan tahun 2023, pertumbuhan konsumsi rumah tangga berada di angka 4,8 persen. Padahal klaim Pemerintahan saat itu, inflasi berada di situasi terkendali rendah.

Namun konsumsi rumah tangga kita terus merosot yang menandakan masyarakat enggan mengonsumsi barang lebih banyak. Fenomena lainnya bahwa kelas menengah di Indonesia tengah dalam kondisi memasang sabuk kencang-kencang karena pendapatan mereka naik terbatas.

 Di tahun 2022, kenaikan rata- rata gaji masyarakat Indonesia sebesar 3,5 persen. Pada tahun 2022, inflasi tahunan berada di angka 5,51 persen. Pada tahun 2023, kenaikan gaji rata-rata hanya 89.391 rupiah per bulan atau hanya naik 2,8 persen saja. Sedangkan di tahun 2022 ada kenaikan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen dan ada kenaikan harga Pertalite sebesar 30 persen. “Kenaikan gaji mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang meningkat lebih tinggi,”ujar Huda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.