Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Penyebab Nyeri dan Sakit pada Dada, Ini Cara Pengobatannya dari IDI Bima

📅 Sabtu, 21 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Kenali Penyebab Nyeri dan Sakit pada Dada, Ini Cara Pengobatannya dari IDI Bima Doc: iStockphoto/DragonImages

IDI Kota Bima idibima.org menjelaskan angina pectoris atau nyeri dada adalah rasa sakit pada dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otot jantung. Penyempitan atau penyumbatan arteri koroner, adalah penyebab umum dari kondisi ini. Rasa tekanan, penuh, atau nyeri di tengah dada adalah tanda umum angina.

IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia. IDI Bima adalah cabang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesi kedokteran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan. 

IDI Kota Bima memberikan pelatihan dan pendidikan, serta melakukan advokasi untuk kepentingan anggota dan masyarakat. IDI Kota Bima juga melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit nyeri dan sakit pada dada atau dikenal sebagai angina Pectoris, serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya nyeri pada dada?

IDI Kota Bima menjelaskan bahwa angina pectoris adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Berikut adalah penyebab terjadinya nyeri dan sakit pada dada meliputi:

1. Gejala penyakit jantung

Penyakit jantung terjadi ketika jantung atau pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik. Penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju jantung dapat menyebabkan nyeri dada tak tertahankan.

2. Adanya gejala asam lambung atau GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke dada. Asam lambung adalah penyakit yang umum terjadi pada remaja hingga orang dewasa, ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara teratur, menyebabkan rasa sakit di dada.

3. Adanya masalah pankreas dan batu empedu

Pankreas terletak di bagian belakang rongga perut, tepatnya di belakang lambung, dan merupakan organ kelenjar yang membantu pencernaan dan metabolisme. Batu empedu atau radang pada organ-organ ini bisa menjalar ke area dada dan menimbulkan nyeri.

4. Stres dan kecemasan

Stres memang bisa menjadi sumber segala penyakit, kondisi psikologis dapat memicu reaksi fisik seperti nyeri dada akibat ketegangan otot atau hiperventilasi. Penting bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan seperti menjaga pola makan sehat serta rutin berolahraga untuk mengurangi stres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.