Rupiah di Titik Terendah! Apa yang Sebenarnya Terjadi?
📅 Jumat, 20 Des 2024, 08:10 WIB | Oleh: Achmad Affandi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan signifikan, turun 215 poin atau 1,34% ke posisi Rp16.313 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.098. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke Rp16.277 per dolar AS dari Rp16.100.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan ini dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, pernyataan hawkish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengindikasikan pemangkasan suku bunga lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya, turut menekan nilai rupiah.
Selain itu, faktor domestik seperti jatuh tempo cicilan utang sebesar Rp800 triliun dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp500 triliun pada tahun depan, ditambah kontribusi ekspor dan investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang belum signifikan, membuat rupiah semakin tertekan. Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% per Januari 2025 diperkirakan akan memperparah kondisi ini, meningkatkan inflasi dan harga barang, sehingga nilai rupiah semakin menurun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!